MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja

MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja

Bagi masyarakat Jogja, kelaparan terkadang membuat semua orang gelisah dan galau. Namun, kini hal tersebut tidak menjadi masalah utama setelah hadirnya sebuah situs informasi kuliner bernama MadangMblusuk.com mulai digaungkan bagi para penggemar More »

Pengusaha Yohanes Eka Chandra

Pengusaha Yohanes Eka Chandra

Pada penghujung 2015 Yohanes Eka Chandra menjalankan debutnya sebagai seorang pengusaha yang sukses lewat bisnis fashion yaitu kostum (jersey) futsal dan sepakbola. Mulanya, pengusaha Yohanes Eka Chandra tersebut menjual seragam olahraga popular More »

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah

Bagi pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya di era yang serba canggih, ekonomi kreatif dapat dijadikan sebagai salah satu sektor industri masif untuk mencari keuntungan.  Melihat fenomena tersebut, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya  tidak membuang More »

Yohanes Chandra Ekajaya Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris

Yohanes Chandra Ekajaya Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris

Saat ini bahasa Inggris telah menjadi bahasa gaul dunia, dimana semua orang hampir wajib mempelajari bahasa Inggris baik secara tata bahasa yang baik maupun secara praktikal. Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya akan More »

Si Pitung Muda Yohanes Chandra

Si Pitung Muda Yohanes Chandra

Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau Kota Jakarta, dulu lebih dikenal dengan nama Jayakarta, atau Batavia. Bahkan namanya yang sangat lama adalah Sunda Kelapa. Penduduk asli kota Jakarta dikenal dengan nama Betawi. Bahkan More »

 

MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja

MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja 2

MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja 2

Bagi masyarakat Jogja, kelaparan terkadang membuat semua orang gelisah dan galau. Namun, kini hal tersebut tidak menjadi masalah utama setelah hadirnya sebuah situs informasi kuliner bernama MadangMblusuk.com mulai digaungkan bagi para penggemar kuliner yang berdomisili di Kota pariwisata satu ini. Dengan aktivitas yang tinggi, membuat para warga Jogja tak sempat untuk datang ke restoran-restoran yang menyediakan makanan dengan cita rasa yang lezat. Nah, berkat MadangMblusuk.com, pengusaha Chandra Ekajaya memudahkan para pengguna smartphone untuk dapat mengklik, dan pesanan akan tiba secara tepat waktu.

Dengan tagline, “Madang Ra Kudu Angel” (Makan Tak Perlu Sulit), MadangMblusuk.com hadir sebagai salah satu alternatif untuk masalah perut orang Jogja. Menurut pengusaha Chandra Ekajaya usaha kuliner banyak sekali bertebaran di Yogyakarta. Namun, hanya segelintir dari pengusaha kuiner yang memiliki layanan pesan antar. Peluang bisnis tersebut ternyata tak disiasiakan oleh pengusaha Chandra Ekajaya dan akhirnya terciptalah MadangMblusuk.com. Di samping itu pula, pengusaha Chandra Ekajaya hadir untuk mewujudkan keinginan masyarakat lokal yang doyan jajan, agar dapat menikmati lezatnya seluruh jajanan tanpa harus pergi ke restoran.

“Peluang inilah yang menjadi titik awal keberangkatan MadangMblusuk, dalam melayani kebutuhan konsumtif masyarakat Jogja hari ini. Bergerak di bidang kuliner memang memiliki segudang tantangan karena semakin tahun, kompetisi akan semakin ketat. Begitu banyak kuliner yang disuguhkan di Yogyakarta membuatnya mampu menelurkan ide untuk menjadi sebuah perusahaan yang mampu memfasilitasi para penikmat kuliner lokal,” papar pengusaha Chandra Ekajaya.

MadangMblusuk.com, Milik Pengusaha Chandra Ekajaya jadi Solusi Perut Orang Jogja 1

Pengusaha Chandra Ekajaya menceritakan sejak diluncurkan sejak awal Mei lalu, bahwa MadangMblusuk.com sudah melakukan kerjasama dengan lebih 40 merchant dan tercatat sudah mencapai 900 orang yang terdaftar sebagai anggota. “ Hal tersebut menjadi bukti bahwa layanan jasa antar tersebut memang telah dibutuhkan dan termasuk salah satu cara dalam menikmati berbagai kuliner,” tambah pengusaha Chandra Ekajaya.

Selain menawarkan pesan antar, MadangMblusuk.com juga menyediakan kategori oleh-oleh untuk wisatawan yang ingin memesan buah tangan tanpa harus membeli sendiri. Hanya dengan memesan via online, pesanan akan diantarkan ke tempat-tempat menginap selama berada di area tersebut.

 

Pengusaha Yohanes Eka Chandra

Pengusaha Yohanes Eka Chandra2

Pengusaha Yohanes Eka Chandra3

Pada penghujung 2015 Yohanes Eka Chandra menjalankan debutnya sebagai seorang pengusaha yang sukses lewat bisnis fashion yaitu kostum (jersey) futsal dan sepakbola. Mulanya, pengusaha Yohanes Eka Chandra tersebut menjual seragam olahraga popular tersebut dengan pesanan konsumen yang diproduksi di penjahit langganannya. Pada akhirnya, pengusaha Yohanes Eka Chandra mencoba menekuni bisnis tersebut dengan memasarkan produknya lewat media sosial.

“Saya melihat peluang bisnis jersey sepertinya sangat potensial, oleh karena itu saya tertarik dan mencoba menekuni bisnis tersebut karena hampir semua orang menyukai olahraga tersebut,” papar pengusaha Yohanes Eka Chandra.

Pengusaha Yohanes Eka Chandra4

Pada akhirnya jerih payah sang pengusaha Yohanes Eka Chandra pun meningkat sehingga omsetnya naik hingga lima kali lipat dari sebelumnya yaitu Rp 150 juta untuk setiap tahunnya, dimana nilai tersebut didadapatkannya dari hasil penjualan seragam 1500 helai yang digasaknya pada dua tahun silam, yakni sekitar Rp 1,3 miliar di tahun 2015.

Pengusaha Yohanes Eka Chandra1

Pada awal usahanya, pengusaha Yohanes Eka Chandra mengawali bisnis jerseynya dengan merekrut seorang penjahit yang diberi tugas untuk menjahit seragam pesanan dari para konsumen. Bahan seragam dibeli di pemasok tekstil langganan pengusaha Yohanes Eka Chandra di Jakarta. Kualitasnya pun ia pilih untuk memberikan kepercayaan kepada para konsumen. Rata-rata para penjahit yang ia sewa berhasil meningkatkan produksi seragamnya sebanyak 20 lembar/hari atau sekitar 600 helai untuk setiap bulannya. Nilai tersebut ia dapatkan setelah pengusaha Yohanes Eka Chandra focus memasarkan produknya lewat beberapa media social seperti Instagram, facebook, twitter, dan sebagainya.

Pengusaha Yohanes Eka Chandra2

Menurut pengusaha Yohanes Eka Chandra persaingan bisnis jersey bola memang sangat kompetitif, baik dari segi desain, harga, maupun kualitas produk. Meski telah dibilang cukup mendulang sukses, pengusaha Yohanes Eka Chandra berencana untuk meningkatkan terus kualitas dan desain produk agar dapat diterima oleh para konsumen. Selain itu, ke depan pengusaha Yohanes Eka Chandra akan memperlebar sayap bisnisnya dengan melakukan kerjasama bisnis kepada klub-klub sepakbola yang ada di beberapa daerah Indonesia. Itulah, sedikit cerita sukses dari pengusaha Yohanes Eka Chandra lewat bisnis jerseynya yang kini banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Rintis Donat Bakar

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko juragan donat bakar

donat bakar J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Bagi pengusaha sekelas Yohanes Chandra Ekajaya untuk memulai sebuah usaha tidak selalu membutuhkan modal uang atau pun dana yang sangat besar. Bagi dirinya, meskipun dengan modal dana yang kecil, cita-cita untuk menjadi seorang pengusaha tetap bisa diwujudkan.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko juragan donat bakar

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa untuk memulai bisnis dengan modal kecil bisa melalui jalur frenchise atau waralaba. Ia juga mengatakan bahwa waralaba adalah kemungkinan terbaik untuk para calon pengusaha. Tetapi para calon pengusaha harus mengamati secara mendalam jenis waralaba apa yang sesuai dengan dana. Karena ini akan berpengaruh terhadap kemajuan usaha ke depan.

rintis usaha donat bakar J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya tidak ingin berwaralaba. Ia ingin membuat usaha yang bisa diwaralabakan. Oleh sebab itu ia memilih untuk kreatif dan inovatif. Akhirnya ia mendapatkan ide dan gagasan untuk membuka sebuah warung jajanan donat yang pengolahan dan penyajiannya dibakar. Donat yang dibakar adalah ide yang sangat unik plus belum banyak, bahkan belum ada yang membuat usaha seperti itu. Selain ide yang unik, modal untuk memulai bisnis donat bakar pun tidak besar, hanya berkisar di angka 6-7,5 juta rupiah.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko pengusaha donat

Pria yang lahir di Surakarta, Jawa Tengah ini mengatakan bahwa donat bakar mempunyai keuntungan yang pasti. Sebab keuntungan dari tiap biji donat yang dijual, beserta selai dan bumbu olahan dapat dihitung dengan mudah. Hanya saja, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mengatakan bahwa balik modal atau untung rugi itu semuanya tergantung dari niat dan usaha si penjual.

pengusaha J Chandra Ekajaya & J Wijanarko rintis donat bakar enak

Makanya, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya mencontohkan semangat dan daya juang membara ketika ia membuka outlet donat bakar pertamanya. Ia ingin para pemegang lisensi Donat Bakar YCE juga bersemangat seperti dirinya, sehingga akan mendapatkan untung seperti yang diharapkan.

donat bakar ala J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya tentu saja senang dan bahagia bila para pemegang lisensi Donat Bakar YCE mendapat untung. Bagi pengusaha, bila reseller untung, maka ia pun juga pasti untung. Itulah keuntungan bisnis waralaba. Kedua belah pihak merasa senang dan tidak dirugikan.

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah 2

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah 1

Bagi pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya di era yang serba canggih, ekonomi kreatif dapat dijadikan sebagai salah satu sektor industri masif untuk mencari keuntungan.  Melihat fenomena tersebut, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya  tidak membuang kesempatan emas tersebut. Lewat perusahaan kreatifnya yang bernama Mirror Glass, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya  membuat sebuah bisnis berupa sebuah galeri yang fokus untuk membuat produk perangkat makan lukis atau yang dikenal dengan painted dinnerware. Produksinya pun bertumpu pada kreativitas artistik.Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah 3

Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya pun berproduksi berdasarkan tema, misalnya tema pertama Blooming Blossom dan kedua adalah tulip. Beberapa inspirasi dari desain produknya tersebut terinspirasi dari lukisan-lukisan Georgia     O Keeffe. Sebagai pimpinan artistik sekaligus sebagai seorang pemilik, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya terus mengembangkan desain-desain produknya secara menarik agar dapat memenuhi target konsumen.

Atas permintaan para kolektor, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya juga pernah membuat sebuah karya dengan medium perabot rumah tangga berbahan bone china yang terbuat dari tulang ikan. Koleksi berjudul Blue Flower ini ternyata telah diluncurkan akhir tahun 2014 lalu. Beberapa kolektor dan teman tak hanya membeli produk-produknya, tetapi ia sampai memintanya untuk menata ruangan di rumah klien agar pas dengan peraboran rumah tangga yang ia pilih.Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya Lukis Aneka Perabotan Rumah 2

Bone China sengaja dipilih oleh pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya karena sangat cocok untuk barang pecah belah dibandingkan dengan bahan keramik atau porselin. Selain ringan dan tidak gampang pecah, harga dari produknya pun dapat memiliki nilai jual yang tinggi. Hal tersebut untuk membayar proses produksinya yang membutuhkan waktu yang cukup panjang yaitu antara 1 hingga 2 bulan untuk sebuah produk. Harga per produk pun lumayan tinggi yaitu antara Rp 1,8 juta hingga Rp 5,5 juta.  Meski bersaing dengan produsen yang memiliki bisnis yang sama, pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya tak pesimis dalam menghadapi persaingan tersebut.  Kini, banyak sekali pelanggannya untuk memesan produk dari pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya. Ke depan ia terus mengembangkan kualitas produk dan desain produk yang lebih menarik dan menjual agar dapat diterima oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Yohanes Chandra Ekajaya Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris

Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris 3

Saat ini bahasa Inggris telah menjadi bahasa gaul dunia, dimana semua orang hampir wajib mempelajari bahasa Inggris baik secara tata bahasa yang baik maupun secara praktikal. Kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya akan berbagi tips kepada Anda tentang percakapan pelajaran bahasa inggris. Percakapan dalam bahasa Inggris dikenal pula dengan conversation, dimana para pembelajar dituntut untuk mempraktikkan berbicara kepada lawan tutur. Pada tulisan kali ini, Yohanes Chandra Ekajaya akan berbagi tips bercakap dalam bahasa Inggris saat tengah melakukan situasi jual beli.

 

Jual beli merupakan aktifitas yang kerap kita temui setiap hari. Bentuk jual beli pun bermacam-macam karena dalam aktifitas tersebut terdapat tindakan tawar menawar, hingga melakukan deal terhadap harga barang. Berikut aktifitas jual beli khususnya dalam tawar menawar yang akan dibagikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya. Beberapa kalimat pertanyaan yang dapat Anda gunakan untuk bertanya mengenai harga barang adalah sebagai berikut:

Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris 2

  1. How much is the motorcycle? (Berapa harga motor tersebut?)
  2. How much are they? (Berapa harganya?)
  3. How much does it cost? (Berapa harganya?)
  4. Are they three hundred thousand rupiah? (Apakah harganya tiga ratus ribu rupiah?)
  5. Does it cost five hundred dollars? (Apakah harganya lima ratus dollar?)
  6. How much do they cost? (Berapa harganya?)
  7. How much does the computer cost? (Berapa harga komputer itu?)
  8. Is there a discount for this computer? (Apakah ada diskon untuk komputer ini?)
  9. How big is the discount for this product? (Berapa besar diskon untuk produk ini?)
  10. Could you lower the cost? (Dapatkah Anda menurunkan harganya?)

 

Jika Anda menjadi seorang penjual, berikut adalah cara yang harus Anda jawab ketika mendapatkan lawan tutur yang menggunakan bahasa Inggris. Inilah tiga jawaban yang harus Anda hafalkan untuk menjawab seorang pembeli menurut Yohanes Chandra Ekajaya.

 

  1. It costs five hundred dollars. (Harganya lima ratus dollar.)
  2. I’m sorry, it’s a fixed price. (Maaf ini harga pas.)
  3. They cost five thousand rupiah. (Harganya lima ribu rupiah.)

Cara Menawar Harga Barang dalam Bahasa Inggris 1

Nah, silahkan Anda mempraktikkan agar Anda beberapa kalimat yang telah Anda pelajari tidak lupa. Yohanes Chandra Ekajaya berpendapat bahwa kunci dari belajar bahasa adalah praktik, karena bahasa membutuhkan sebuah kebiasaan.

Mengenal Limburger Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jika Anda adalah seorang pecinta kuliner Eropa, tentu hal tersebut tak lepas dari salah satu bahan pokok yang menjadi primadona masyarakat dunia yaitu keju. Produk olahan yang merupakan hasil dari fermentasi susu dan mentega yang cukup lama ini kerap dijadikan sebagai bahan pokok maupun bahan pendukung untuk membuat sebuah sajian kuliner yang lezat. Aromanya yang cukup menyengat terkadang membuat makanan satu ini digandrungi oleh masyarakat dunia. Nah, berikut adalah salah satu keju yang terkenal dengan aroma tak sedapnya menurut chef Yohanes Chandra Ekajaya.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jalan-jalan mengelilingi Eropa untuk mencari fenomena menarik dalam dunia kuliner ternyata dijabani oleh chef Yohanes Chandra Ekajaya. Saat itu, tepat lelaki yang doyan meracik bumbu untuk sebuah inovasi kulinernya datang ke sebuah negara di Eropa bernama Belgia. Setelah sesampainya disana, Yohanes Chandra Ekajaya menemukan sebuah keju yang sangat unik. Baunya menyengat dan masyarakat Eropa menciptakan candaan untuk keju satu ini bahwa baunya seperti bau badan manusia.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Limburger, adalah keju yang dimaksud. Meski ia menemukan makanan tersebut di Belgia, bukan berarti keju tersebut hanya populer di negara tersebut. Ternyata distribusi keju limburger juga dikenal di beberapa negara Eropa seperti Belgia, Belanda, dan Jerman. Meski memiliki bau tidak sedap, ternyata makanan tersebut justru digandrungi oleh masyarakat Eropa. Konon, Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa bau tak sedap tersebut diperolehnya dari proses fermentasinya yang menggunakan bakter Brevibacterium Linens. Nah, setelah diteliti ternyata bakteri Brevibacterium Linens tersebut ternyata ditemukan pada kulit manusia, serta menjadi salah satu bakteri yang menyebabkan munculnya bau badan manusia terutama bau kaki.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa limburger memang memiliki tekstur lembut, dimana bahan dari makanan tersebut menggunakan susu sapi yang dipasteurisasi dalam proses fermentasinya. Konon, sejarah di balik keju tersebut ditemukan di provinsi Limbourg, Belgia. Kemudian di abad 19 para pekerja Belgia mengenalkan keju tersebut ke beberapa daerah di Jerman, terutama di Allgau. Berbentuk bak batu bata, selain memiliki bau tidak sedap, justru limburger memiliki tekstur yang cukup kuat dan padat meski pada akhirnya keju tersebut sangat mudah basah dan mengeluarkan lendir. Nah, siapa yang ingin coba keju Limburger?

Si Pitung Muda Yohanes Chandra

yohanes-eka-chandra-si-pitung-muda

yohanes-eka-chandra-si-pitung-muda

Daerah Khusus Ibukota Jakarta atau Kota Jakarta, dulu lebih dikenal dengan nama Jayakarta, atau Batavia. Bahkan namanya yang sangat lama adalah Sunda Kelapa. Penduduk asli kota Jakarta dikenal dengan nama Betawi. Bahkan nama Betawi pun juga menjadi sebutan untuk kota Jakarta. Sejak dulu, kota Jakarta memang sudah menjadi kota yang ramai dan kosmopolit. Sebab banyak perantau-perantau, bahkan yang berasal dari negara asing yang datang ke kota ini.

Kota Jakarta atau Betawi pun tak lepas dari pengaruh-pengaruh budaya masyarakat yang sangat majemuk. Sebut saja budaya Jawa, Batak, Sunda, Bali, Papua, dan banyak lagi yang lainnya. Untuk budaya asing sebut saja Arab Saudi, Portugis, Belanda, Inggris, Perancis, dan Amerika Serikat.

Pada zaman penjajahan yang dilakukan oleh Belanda, ada satu pemuda Betawi yang sangat mahsyur namanya. Pemuda itu sering disebut sebagai Si Pitung. Ia adalah jagoan silat Betawi yang selalu melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya sangat menyukai Si Pitung. Makanya ia kemudian membuka sebuah restoran khas Betawi di sebuah wilayah Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.

Menurut Yohanes Chandra Eka, kuliner khas Betawi cukup banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Tiongkok. Hal ini bisa dilihat karena kuliner Betawi banyak yang menggunakan bahan dasar tahu, dan ikan, kemudian diberika bumbu cuko atau tauco.

yohanes-eka-chandra-si-pitung-muda

Selain kebudayaan Tiongkok, kuliner Betawi juga dipengaruhi oleh kebudayaan Arab dan Eropa. Oleh sebab itu pengusaha Yohanes Chandra Ekajaya membuka restoran khas Betawi di tanah Saba supaya suasana khas bandar internasional bisa dinikmati di Wonosobo.

Salah satu makanan khas Betawi yang sangat terkenal adalah nasi uduk. Bagi Yohanes Chandra Eka, nasi uduk adalah makanan yang paling mudah dan banyak ditemui. Ciri khas dari nasi uduk adalah nasinya ditanak menggunakan santan. Beda lagi dengan nasi ulam. Kalau nasi ulam, ditanak menggunakan air biasa. Tetapi selalu ada serundeng kelapa yang menyertainya. Bukti keragaman pengaruh budaya yang mempengaruhi kuliner Betawi bisa dilihat sangat jelas melalui nasi ulam ini.

Yohanes Chandra dan Segelas Teh Jos

Yohanes Chandra dan Segelas Teh Jos

Dimulai dari coba-coba dan iseng membuat Yohanes Chandra Eka menciptakan racikan minuman yang terbuat dari teh dan susu fermentasi. Lelaki kelahiran Malang ini dinilai telah berhasil menciptakan sebuah produk minuman bercita rasa tinggi bernama Teh Jos. Memiliki cita rasa yang sesuai selera nusantara membuat produk ini laris dan digemari para pecinta teh di Indonesia.Kini, Teh Jos telah memiliki sekitar 15 outlet sendiri dan 18 outlet yang dikelola oleh mitra bisnisnya.

Yohanes Chandra Ekajaya pun mengaku bahwa ia menggunakan strategi waralaba agar dapat mengembangkan sektor bisnisnya serta diharapkan dapat mendongkrak kesempatan masyarakat Indonesia untuk berbisnis. Dijual dengan harga yang variatif yaitu mulai dari Rp 4000 hingga Rp 6000 per kemasan 250 ml ini membuka peluang kemitraan dengan modal awal sebesar Rp 5 juta. Dengan jumlah uang tersebut, mitranya akan mendapatkan sebuah gerobak berdesain Teh Jos, alat masak, dan 200 cukp (gelas kemasan).

Sebelum menekuni bisnis kuliner tersebut, Yohanes Chandra Ekajayamemang terlebih dulu dikenal sebagai pebisnis sukses lewat brandnya Pisang Edan dan Keripik Mercon. Saat ini, produk tersebut telah tersebar ke seluruh Indonesia dengan omset bulanan sekitar Rp 50juta hingga Rp 80 juta. Meski ia tergolong sebagai keluarga yang berada, ia bukanlah tipikal yang memanfaatkan harta orang tua. Yohanes Chandra Ekajaya dikenal sebagai seorang yang mandiri dan pekerja keras, dua sikap itulah yang membuat lelaki dari Malang tersebut meraih kesuksesan dalam berbisnis.

Yohanes Eka Chandra Dan Silvi Sue

yohanes-chandra-ekajaya-oke-puisi-dan-silvi-sue

Penyair muda berbakat Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue baru-baru ini tengah meluncurkan sebuah antologi puisi berjudul “Syair Cinta untuk Sahabat”. Dua penyair muda tersebut melakukan sebuah kolaborasi karena keduanya memiliki tipikal puisi yang berbeda. Yohanes Eka Chandra yang lebih pada puisi-puisi balada, sementara Silvi Sue lebih pada gaya puisi kritik.

yohanes-chandra-ekajaya-oke-puisi-dan-silvi-sue

Keduanya lahir dari latar belakang yang berbeda, dimana Yohanes Eka Chandra lahir dari seorang penyair yang baru-baru ini banyak mendedikasikan beberapa workshop untuk para pelajar di seluruh Indonesia dan lebih banyak melakukan perjalan ke daerah-daerah di Indonesia. Sementara itu, Silvi Sue, merupakan salah satu sosok penyair perempuan yang banyak mendedikasikan proses kreatifnya dengan aktif di beberapa gerakan buruh, komunitas progresif, dan baru-baru ini ia dan teman-temannya tengah menyiapkan sebuah bisnis kafetaria.

Meski lahir dari latar belakang yang berbeda, Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue tentu tidak meninggalkan gaya berpuisinya dalam antologi puisi kali ini. Dalam antologi puisi kali ini yang berjudul Syair Cinta untuk Sahabat, Yohanes Eka Chandra dan Silvia Sue banyak menyoroti kehidupan personalnya. Bagi Yohanes Eka Chandra, tentu pembaca sudah mengenalnya melalui puisi-puisi cintanya yang indah, dan tentu saja baginya ia tidak merasa kesulitan. Namun, bagi Silvi Sue, yang berlatar belakang kerap menulis puisi kritik, akan membawa sebuah perspektif dan nuansa lagi bagi para penggemar puisi-puisinya.

yohanes-eka-chandra-dan-silvi-sue

Bagi para pembaca sastra, tentu kehadiran antologi puisi karya Yohanes Eka Chandra dan Silvia Sue akan memberikan nuansa dan angin segar dalam perpuisian Indonesia agar semakin kaya. Silvia Sue mungkin cenderung lebih produktif dari Yohanes Eka Chandra, dimana ia telah menerbitkan beberapa karya yang diantaranya adalah sebagai berikut: “Hikayat Seorang Buruh”, “Tembakau”, “Di Antara Gempuran Asap Pabrik”, “Marsinah”, “Rembulan di Cerlang Matamu”, “Sungai dan Jajaran Lampu Kota”, dan yang terbaru “Persinggahan Waktu”.

Sementara itu, kumpulan puisi  Syair Cinta untuk Sahabat karya dua penyair muda berbakat tersebut yaitu Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue akan mengisahkan tentang hasil pengamatan dan penghayatan kedua penyair tersebut dalam menjalin sebuah persahabatan.

Persahabatan dalam kumpulan puisi bersama ini dilatarbelakangi karena setiap sahabat tentu memiliki cerita tersendiri. Kesedihan dan kegembiraan merupakan contoh riil sebuah hubungan persahabatan. Dalam puisinya yang berjudul “Surat untuk Gadis NewKaledonia” karya Yohanes Eka Chandra pun mengisahkan tentang hubungan baiknya dengan seorang gadis New Kaledonia yang rindu akan kampung halaman.

Dalam puisi tersebut, Yohanes Eka Chandra menceritakan bahwa New Kaledonia merupakan daerah yang dijadikan sebagai tujuan persebaran orang pribumi Indonesia pada masa penjajahan. Melalui sosok gadis tersebut, Yohanes Eka Chandra menciptakan sebuah puisi yang menceritakan tentang perasaan si gadis terhadap nenek moyangnya yang ada di Jawa.  Sementara itu, Silvie Sue menulis sebuah puisi berjudul “Yubikiri” merupakan sebuah idiom berbahasa Jepang yang diartikan sebagai sebuah janji persahabatan seorang teman. Silvie Sue mencoba memberikan kisah persahabatannya dengan teman masa kecilnya yang diikat melalui sebuah janji untuk tetap menjadi seorang sahabat sampai kapanpun.

Melalui kumpulan Puisi Syair Cinta untuk Sahabat, Yohanes Eka Chandra dan Silvie Sue menceritakan kisah-kisah bahagia dan duka gelisah persahabatannya dengan sangat rinci dan detil. Mereka yang notabene memiliki cerita dan gaya puisi yang berbeda tentu menjadi tawaran dalam antologi Puisi Syair Cinta untuk Sahabat ini, dimana para pembaca patut untuk menyimak kisah menarik dari puisi-puisi yang termaktub dalam kumpulan puisi ini.

 

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit: Supranatural adalah Teknologi Canggih

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit: Supranatural adalah Teknologi Canggih

Ki Yohanes Eka Chandra Sambarlangit: Supranatural adalah Teknologi CanggihYohanes Ekajaya Chandra adalah murid generasi pertama dari Ki Sambarlangit. Maka kemampuannya untuk mengulas dan memberikan rahasia berupa tips dan trik cara cepat belajar mistik sangat bisa dipercaya.

 

Belajar mistik menurut Yohanes Ekajaya Chandra adalah soal ketekunan dan keuletan. Maka semua orang sebenarnya bisa mempelajarinya secara cepat dan efektif. Bila ingin mempelajari, maka orang itu harus ikhlas dan tulus. Sehingga mudah menyerap ilmu yang diberikan.

 

Ada beberapa cara yang diberikan oleh Yohanes Ekajaya Chandra kepada para khalayak, diantaranya adalah:

 

  1. Puasa

Bagi Yohanes Ekajaya Chandra, metode puasa merupakan metode yang sangat efektif untuk mempelajari segala hal tentang mistik. Sebab dengan melaksanakan puasa, maka racun-racun di dalam tubuh akan hilang dan tubuh menjadi netral, sehingga mampu untuk menerima segala macam ilmu dan ajaran.

 

  1. Meditasi

Meditasi juga menjadi metode yang sangat disarankan oleh Yohanes Ekajaya Chandra. Sebab meditasi merupakan semacam booster bagi tubuh manusia untuk mencapai tahap yang lebih tinggi.

 

  1. Bertapa

Ini adalah kunci keberhasilan dari pembelajaran mistik. Banyak orang yang menyalahartikan bertapa sama dengan meditasi. Mungkin secara sekilas sama, tetapi pada substansi dan strateginya berbeda. Bertapa harus pergi dari rumah. Yohanes Ekajaya Chandra menjelaskan bahwa bertapa haruslah di tempat-tempat yang keramat, suci, atau sakral. Karena para penguasa jagad berada di tempat-tempat tersebut.

 

Sebagai murid generasi pertama Ki Sambarlangit, Yohanes Ekajaya Chandra patut ditiru generasi muda bangsa Indonesia. Sebab tidak banyak anak muda yang mau dan rela mempelajari ilmu mistik di masa posmodern sekarang ini.

 

Yohanes Ekajaya Chandra telah meruntuhkan persepsi masyarakat yang mengatakan bahwa ilmu mistik tidak cocok dan relevan dengan anak muda. Ternyata Yohanes Ekajaya Chandra telah membuktikan bahwa ilmu mistik dan anak muda Indonesia adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

 

Menurut Yohanes Ekajaya Chandra arti mistik yang sebenarnya adalah membuat indah sesuatu yang sudah indah dengan menjadikannya lebih indah. Itulah prinsip dasar dari sastrajendra hayuningrat pwangruwating diyu.