Monthly Archives: June 2015

Johannes Chandra Ekajaya – Jejak Nokia di Ponsel Cityman & Talkman Microsoft

Johannes Chandra Ekajaya – Microsoft diperkirakan bakal merilis dua smartphone high end Lumia 940 dan Lumia 940 XL berbasis Windows 10 Mobile tahun ini. Keduanya dikenal punya nama kode Cityman dan Talkman. Rupanya, nama ini sudah pernah dipakai pada produk Nokia.
115418_cityman

Dilansir News Softpedia, Senin (22/6/2015), Mobira Cityman 900, dirilis pada 1987 oleh Nokia bekerjasama dengan Mobira dan menjadi telepon mobile pertama mereka. Cityman 900 berbentuk sangat besar dan berat jika dibandingkan smartphone jaman sekarang.

Cityman berukuran 183x43x79 mm dan berat 760 gram. Perangkat ini dipamerkan di museum Nokia di markas mereka di Finlandia. Beberapa kolektor benda antik mungkin masih ada yang menyimpannya sebagai salah satu koleksi mereka.

Cityman 900 disukai karena memungkinkan pengguna mengatur volume dering, menampilkan nomor mereka dan nomor terakhir yang dihubungi. Terdapat tombol display, indikator kekuatan sinyal seluler, indikator baterai dan opsi mengatur keyboard dan pencahayaan layar. Fitur-fitur ini dianggap canggih pada masanya.
Satu lagi adalah Nokia Mobira Talkman. Ponsel ini umurnya lebih tua lagi dari Cityman. Bahkan sejumlah sumber menyebutkan ini adalah salah satu telepon pertama di dunia yang bisa dibawa kemana-mana.

Talkman punya wujud lebih ribet dibandingkan Cityman. Terdapat kotak tambahan untuk menyangga telepon sehingga menambah bobot telepon ini menjadi sekitar 5 kg.

Yang menarik dari cerita ini adalah, keputusan Microsoft memberi nama kode smartphone terbarunya dengan nama telepon pertama yang dirilis Nokia, menandakan betapa pentingnya perangkat ini bagi sang raksasa software.

Microsoft mungkin berharap Cityman dan Talkman yang dibuatnya akan menjadi ponsel pertama berbasis Windows 10 Mobile yang akan membuat gebrakan bagi divisi bisnis ponselnya ke depan.

Johannes Chandra Ekajaya – Pengguna XP Bisa Dapat Windows 10 Gratis, Asal…

Johannes Chandra Ekajaya – Microsoft bakal menggratiskan Windows 10 bagi penguna Windows 8 dan 7. Di luar dari itu, pengguna diharuskan membayar mulai dari USD 119 untuk bisa mengupdate Windows 10.

UNITED KINGDOM - APRIL 27: The Microsoft Windows XP log-in screen is displayed on a laptop computer in Essex, U.K., on Monday, April 27, 2009. Microsoft Corp., set to release a near-finished version of the Windows 7 operating system this week, said the program may go on sale by the year-end holiday season. (Photo by Chris Ratcliffe/Bloomberg via Getty Images)
Namun bagi pengguna XP atau Vista, ada langkah mudah untuk bisa memperbarui sistem mereka ke Windows 10 secara gratis. Caranya hanya dengan bergabung dalam program Windows Insider Program.

Seperti dikutip detikINET dari WinBeta, Senin (22/6/2015), lewat blog resmi Windows, Microsoft menginformasikan bahwa pengguna yang menginstal Windows Preview dan menjadi bagian Windows Insider Program akan dapat upgrade Windows 10 secara gratis. Namun perusahaan yang berbasis di Redmond tersebut mensyaratkan pengguna harus telah mengupdate ke built terbaru.

Windows 10 sendiri akan mulai tersedia 29 Juli mendatang. Sama seperti Windows 8.1, bakal ada dua versi untuk Windows 10, yaitu Home dan Professional. Windows 10 bakal langsung tersedia di 190 negara sebagai upgrade gratis bagi pengguna yang menjalankan sistem operasi Windows 7 dan Windows 8.1.

Meski demikian Microsoft bakal tetap menjual sistem operasinya ini secara retail. Windows 10 versi Home akan dijual dengan harga 119 dollar AS atau sekitar Rp 1,6 juta. Adapun Windows 10 Professional akan dibanderol 199 dollar AS atau sekitar Rp 2,6 juta.

Johannes Chandra Ekajaya – OnePlus 2 Lebih Murah dari Pendahulunya? Salah Besar!

Johannes Chandra Ekajaya – OnePlus dulu menggadang-gadang OnePlus One sebagai ponsel dengan spesifikasi flagship dengan harga murah. Namun untuk OnePlus 2, vendor asal Tiongkok itu mengaku akan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi.
083255_oneplus2
“Saya belum bisa mengungkap harganya, namun bisa dipastikan bahwa harganya akan lebih mahal ketimbang OnePlus One,” ujar Adrian Lee, General Manager OnePlus Southeast Asia, saat berbincang dengan sejumlah media di Jakarta, Selasa (24/6/2015).

Menurut Adrian, hal itu karena OnePlus 2 akan mempunyai desain yang lebih premium ketimbang pendahulunya. Juga spesifikasi yang jauh lebih tinggi, termasuk penggunaan prosesor Snapdragon 810 dan port USB-C sebagai pengganti port micro USB.

Ia yakin bahwa OnePlus 2 akan jadi ponsel pertama yang menggunakan port USB-C. “Kami akan jadi yang pertama menggunakan port USB-C di dalam ponsel. Acara peluncurannya akan diadakan dalam waktu yang sangat dekat,” pungkas Adrian.

“Selain desain industrial, kami juga bekerja keras untuk mengoptimasi sisi software untuk OnePlus 2. Maka dari itu harganya pun akan menjadi lebih mahal,” jelas Adrian.

Sekadar informasi harga OnePlus One ketika pertama dirilis adalah USD 349. Sementara Phone Arena pernah melansir, OnePlus 2 akan dijual di kisaran USD 322. Namun dengan kepastian yang diungkap eksekutif OnePlus, artinya harapan untuk mendapatkan OnePlus 2 dengan harga lebih murah harus dibuang jauh-jauh.

Johannes Chandra Ekajaya – LG Band Play, Ponsel Musik dengan Speaker 1 Watt

Johannes Chandra Ekajaya – Band Play, demikian nama ponsel anyar yang baru saja dirilis LG. Namanya memang kedengaran unik, tapi bukannya tanpa alasan. Ponsel ini memang didesain LG untuk mengincar konsumen yang hobi mendengarkan musik.
lgbandplay
LG membekali Band Play dengan sebuah speaker berdaya 1 watt. Speaker ini diklaim mampu menyodorkan suara yang kaya dan juga jernih. Tak sampai di situ, LG juga menyertakan earphone QuadBeat 3. Earphone ini diumumkan beberapa waktu lalu oleh LG bersamaan dengan kehadiran G4.

QuadBeat 3 sendiri merupakan aksesoris resmi LG G4 di paket penjualannya dan menjanjikan suara berkualitas layaknya earphone kelas atas.

Soal spesifikasi, Band Play masuk kategori menengah atas. Prosesornya cukup dengan Snapdragon 410, RAM sebesar 2 GB, dan memori internal 16 GB dengan tambahan slot micro SD. Namun kameranya terbilang lumayan, kemampuannya 13 MP dan hadir dengan fitur autofocus laser.

Layarnya berukuran 5 inch dengan resolusi yang masih HD (1280×720 pixel). Sedangkan baterainya punya kemampuan 2300 mAh. Penasaran harganya? Ponsel ini dijual di rentang harga yang lumayan tinggi, senilai USD 356 atau Rp 4,7 juta.

Johannes Chandra Ekajaya- Duet Maut Samsung GALAXY S6 Tawarkan Performa Buas

Johannes Chandra Ekajaya – Fitur-fitur canggih pada smartphone tentu tidak akan ada artinya tanpa dukungan performa kencang. Samsung GALAXY S6 dan Samsung GALAXY S6 Edge berhasil menunjukkan bahwa tidak sekedar memimpin dari segi desain dan fitur saja, tetapi juga dari segi performa.
141812_semart3
Kedua smartphone seri GALAXY S terbaru ini telah menggunakan sistem operasi terbaru Android Lollipop 5.0. Sementara ‘jeroan’ dalamnya menggunakan prosesor Exynos Octa-core yang terdiri atas empat chip 1.2 GHz dan dan empat chip 1.5 GHz.

Selain itu, kedua smartphone ini juga dibekali dengan RAM 3 GB dan memori hingga 64 GB. Memang sangat disayangkan dengan desain unibody, Samsung GALAXY S6 dan Samsung GALAXY S6 Edge tidak bisa ditambah memorinya menggunakan micro SD eksternal. Namun sepertinya 64 GB sudah lebih dari cukup untuk pemakaian sehari-hari.

Kinerja prosesor mampu menghasilkan performa jauh lebih cepat dan buas dibanding dengan seri-seri sebelumnya, bahkan juga dari smartphone flagship sekelasnya. Tapi tetap, daya baterai cukup irit.

Selain performa dalam segi pengoperasian, secara grafis performa kedua smartphone ini pun mantap. Ini sepertinya berkat inovasi Samsung yang menyandingkan chip Exynos 7420 bersama chip grafis Mali T760

Spesifikasi semacam ini pas untuk memuaskan Anda yang memang senang menggunakan smartphone untuk mengakses berbagai konten multimedia atau mengunduh banyak aplikasi. Misalnya saja, aplikasi game yang cukup berat dan memerlukan banyak space memori atau menonton film dalam kualitas high definition.

Semua dapat diakses dengan lancar, mulus dan bebas lag. Tidak berlebihan sepertinya jika Samsung GALAXY S6 dan Samsung GALAXY S6 Edge disebut menempati posisi tertinggi dalam ranking smartphone flagship untuk urusan performa.

Johannes Chandra Ekajaya – Intel Bikin Aplikasi Kontrol PC Jarak Jauh

Johannes Chandra Ekajaya- Intel baru saja merilis Remote Keyboard. Ini adalah aplikasi Android yang memungkinkan pengguna mengontrol PC dari jarak jauh via smartphone atau tablet.

Aplikasi keyboard tersebut bisa dikoneksikan ke perangkat desktop secara wireless menggunakan jaringan WiFi. Remote Keyboard bekerja dengan perangkat Intel, terutama Next Unit of Computing (NUC) atau komputer stik.

111518_keyboardscreen520x293

Dikutip dari TheNextWeb, Rabu (24/6/2015) aplikasi ini bisa digunakan pada perangkat berbasis Windows 7 dan 8. Syarat lainnya, pengguna harus memastikan dekstop yang terhubung juga menginstal software pendukung yang di-download dari halaman support website Intel. Cara kerjanya, aplikasi ini menyediakan qwerty keyboard dan fungsi mengendalikan komputer melalui trackpad virtual. Remote Keyboard juga fungsi mouse klik kiri dan kanan.

Pengguna bisa menggunakan satu jari untuk menjalankan fungsi klik kiri dan dua jari saat akan melakukan klik kanan. Intel juga menambahkan fitur scroll bar di sebelah kanan.

Remote Keyboard sudah bisa di-download di Google Play Store secara gratis. Smartphone atau tablet yang kompatibel dengan aplikasi ini minimal berbasis Android Ice Cream Sandwich.
oleh ; Johannes Chandra Ekajaya

Johannes Chandra Ekajaya – BlackBerry Mau Buat Ponsel Android, Asal…

Johannes Chandra Ekajaya – BlackBerry diduga sedang mengembangkan ponsel berbasis sistem operasi Android. Apa jawaban CEO BlackBerry, John Chen, ketika ditanya mengenai kebenaran kabar tersebut?

An Indonesian model shows a BlackBerry Z3 smartphone "Jakarta edition" during a ceremony in Jakarta on May 13, 2014. BlackBerry on May 13 launched a new budget handset in Indonesia, one of its last bastions, in the hope it will take off in emerging markets and stem a decline in the smartphone maker's fortunes. AFP PHOTO / ADEK BERRY (Photo credit should read ADEK BERRY/AFP/Getty Images)
“Kami hanya membuat ponsel yang aman dan BlackBerry adalah ponsel paling aman, jadi jika saya bisa menemukan sebuah cara untuk mengamankan ponsel Android, saya juga akan membuatnya. Jika tidak, saya tidak akan membuatnya,” ucap John Chen.

Memang jawaban itu terkesan diplomatis. Tapi tak ada sanggahan kalau BlackBerry sedang mengerjakan ponsel Android seperti yang belakangan gencar diberitakan. Kabar ini pertama kali dibocorkan Reuters yang dikenal sebagai kantor berita kredibel. Mereka mewawancarai empat sumber sekaligus soal berita tersebut.

Nah, rumor terbaru menyebutkan BlackBerry berbasis Android pertama akan bernama Prague. Prague disebut sebagai ponsel BlackBerry versi low end yang akan diplot untuk mengisi pasar negara berkembang. Desainnya sama dengan BlackBerry Z3 atau sering dijuluki BlackBerry Jakarta.

Di sisi lain, Chen berkomitmen BlackBerry akan terus membuat ponsel meski penjualannya tidak juga menggembirakan. Pada kuartal pertama 2015, ‘hanya’ 1,1 juta unit ponsel BlackBerry terjual. Beberapa analis menilai BlackBerry seharusnya fokus pada bisnis software saja.

“Saya tidak akan menyerah di bisnis hardware. Saya pikir masih ada harapan untuk menghasilkan uang di bisnis hardware,” kata Chen yang dikutip detikINET dari The Star, Rabu (24/6/2015).

Johannes Chandra Ekajaya- Google Bikin Gelang Pintar untuk Tes Narkoba

Johannes Chandra Ekajaya– Google menciptakan sebuah gelang pelacak kesehatan yang dapat digunakan untuk uji klinis maupun tes narkoba. Para dokter ataupun peneliti juga bisa mendapatkan data menit per menit dari kondisi pasien.

Perangkat ekperimental ini dikembangkan oleh divisi riset Google X. Memiliki bentuk seperti jam tangan dapat mengukur denyut nadi, irama jantung, suhu kulit. Bahkan gelang kesehatan ini bisa mengukur tingkat paparan cahaya dan kebisingan.

Kepala Tim Ilmu Pengetahuan Google, Andy Conrad mengatakan gelang kesehatan ini tidak dipasarkan bebas untuk konsumen.

075627_jam1

“Kami menciptakan ini untuk menjadi perangkat medis yang penggunaannya memakai resep atau untuk melakukan uji klinis,” ujar Conrad seperti dikutip detikINET dari Bloomberg, Rabu (24/6/2015).

Melihat tujuannya, jelas perangkat ini tidak untuk bersaing dengan smartwatch yang ada di pasaran. Dikatakan Conrad untuk penggunaan umum, Google telah menghadirkan fitur monitoring kesehatan pada perangkat smartwatch berbasis Android Wear.

Sementara itu Kara Dennis, Managing Director Mediata, sebuah lembaga data analisis yang berbasis di New York menyambut baik kehadiran gelang pintar Google ini. Menurutnya sudah sejak lama dunia medis mendambakan cara untuk dapat terus melacak tanda-tanda vital pasien di luar pengujian laboratorium.

“Menciptakan sebuah perangkat yang mudah digunakan oleh pasien namun dapat menangkap banyak informasi dan memiliki data akurat tidaklah mudah. Karena itu hadirnya gelang ini akan sangat membantu,” ujarnya.

Johannes Chandra Ekajaya – Lawan Apple Watch, Google Pamer 17 Android Wear

Johannes Chandra Ekajaya – Google dan Apple tengah berkompetisi untuk menguasai pangsa pasar mobile. Tak jarang hal tersebut membuat keduanya saling pamer kecanggihan perangkat masing-masing. Teranyar, Google pamer 17 user interface dari perangkat berbasis Android Wear guna melawan Apple Watch.
androidwear
Jajaran perangkat Android Wear itu merupakan besutan dari berbagai vendor dari seluruh dunia. Perangkat tersebut tampil dengan beragam desain. Android Wear menyertakan desain tampilan karakter lucu seperti Angry Birds dan Hello Kitty. Ada pula rancangan desainer terkenal, seperti Cynthia dan Lulu frost.

Dilansir dari Daily Times Gazette, Selasa (23/6/2015), 17 desain yang dipamerkan ini bergabung dengan 1.500 desain lain yang sudah tersedia untuk diunduh pengguna lewat Google Play Store. Jumlah tersebut bakalan terus bertambah.

Beberapa brand besar, seperti Bang & Olufsen, tengah menyiapkan desain tampilan muka Android Wear. Semua desain muka tersebut dapat digunakan di seluruh Android Wear, baik yang memiliki layar bulat atau pun kotak.

Apple sendiri sudah menyiapkan senjata untuk melawan hal tersebut. Perusahaan yang bermarkas di Copurtino ini memberikan pengguna kemampuan untuk menggunakan kolase foto dari album sebagai tampilan muka Apple Watch. Bahkan, pengguna juga dimungkinkan untuk menampilkan video timelapse.

Lalu siapa yang akan menang? Tentu saja, keputusan ada di tangan selera para pengguna. Anda sendiri bakal memilih yang mana?
oleh ; Johannes Chandra Ekajaya

Johannes Chandra Ekajaya – Ponsel 10 Core Pertama Digeber Oktober

Johannes Chandra Ekajaya – Prosesor terkencang MediaTek yakni Helio X20 yang memiliki 10 core segera memulai debutnya. Disebutkan ponsel pertama yang akan menggunakannya akan diluncurkan pada bulan Oktober mendatang.elephone10coreinfo

Adalah Elephone, produsen ponsel pertama yang akan membekali ponsel buatannya dengan prosesor deca (sepuluh) core Helio X20. Elephone bahkan sudah pede mengumbar waktu pasti peluncurannya yang akan dilakukan pada 20 Oktober nanti.

Helio X20 dibenamkan di Elephone P9000. Selain pakai prosesor 10 core, ponsel ini juga dilengkapi segudang jeroan kelas atas, seperti penggunaan chip grafis Mali-T800, RAM dengan besaran 4 GB, dan kamera 20,7 MP. Sedangkan layarnya berukuran 5 inch dengan resolusi full HD (1920×1080 pixel).

Memori internalnya berkapasitas 32 GB dengan tambahan slot micro SD, kamera depan 8 MP, dan baterai besar dengan kemampuan 3100 mAh. Seperti kebanyakan ponsel asal China lainnya, Elephone P9000 juga menyodorkan fitur dual-SIM.

Kembali ke prosesor deca core Helio X20, prosesor bertipe MT6797 ini punya konfigurasi core yang unik. Sepuluh core yang dimilikinya terdiri dari empat core Cortex-A53 berkecepatan 1,4 GHz untuk pekerjaan ringan dan empat core lainnya yang berkecepatan 2 GHz untuk menangani beben berat. Sedangkan dua core sisanya adalah Cortex-A72 untuk memberikan performa optimal.

Jadi Helio X20 adalah prosesor pertama yang mengandalkan arsitektur tri-cluster. Tapi walau sudah terpapar dengan jelas segala informasinya, belum ada pernyataan resmi dari pihak Elephone maupun MediaTek soal kelahiran ponsel pertama deca core ini. Sehingga soal kepastiannya masih harus menunggu kabar lebih lanjut.