Monthly Archives: January 2016

Johanes Chandra – Polisi Inilah yang Hancurkan 4 Teroris!

johanes chandra ekajaya

Johanes Chandra Ekajaya – Inilah Wajah Polisi yang Lumpuhkan 4 Teroris!

Johanes Chandra Ekajaya mengungkapkan sebuah apresiasi kepada salah seorang anggota polisi yang memang memberikan peranan yang begitu besar pada penyergapan beberapa teroris yang melakukan aksinya di Sarinah kemarin.

Chandra Ekajaya -Jokowi Resmi Umumkan

Penunjukan Johan Budi Sebagai Juru Bicara Presiden

chandra ekajaya – pununjukan Johan Budi sebagai juru bicara presiden oleh bapak Joko Widodo (Jokowi) langsung selaku Presiden. Johan Budi SP mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sudah resmi di angkat sebagai staf khusus Presiden yang akan membantu mengomunikasikan program-program Presiden maupun pemerintah kepada masyarakat dan rakyat.

Jokowi mengatakan “Saya senang semakin banya orang-orang baik di lingkungan istana yang membantu saya” (12/1) Istana Merdeka, Jakarta.

Chandra Ekajaya – Johan Budi Sebagai Juru Bicara Presiden

Chandra Ekajaya

selama ini pemerintah selalu mendorong masing-masing kementerian/lembaga untuk menjelaskan programnya. Ia menambahkan, Staf Khusu Presiden Bidang Komunikasi ini nantinya akan mengoordinasikan juga humas-humas yang ada di kementerian agar kita menjadi satu dan solid, begitulah penjelasan Presiden

Chandra Ekajaya – Nenek Asyani Vs Pembakar Hutan

Chandra Ekajaya ” KETIDAK ADILAN HUKUM NENEK ASYANI DAN PT BUMI MEKAR HIJAU “

Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya – Asyani, nenek berusia 63 tahun yang akrap di panggil bu muaris warga, warga asli jati Banteng Situbondo. Nenek Asyani yang kerap sakit sakitan ini menjalani penahanan dengan kasus ilegal logging.

Kasus yang menjerat Asiani bermula dari laporan Perhutani ke Polsek Jati benteng atas hilangnya sejumlah kayu jati di kawasan Jatibenteng pada Juli 2014. Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa tukang kayu bernama Sucipto.Chandra Ekajaya

Chandra Ekajaya – Jaksa mendakwa Nenek Asyani mencuri 7 kayu Pohon Jati, dengan ancaman 5 tahun Penjara. Tapi Kuasa hukum terdakwa menyatakan ada rekayasa perkara, karena Nenek Asyani mengambil kayu batang pohon jati , di lahan sendiri ini diperkuat oleh desa dan hak kepemilikan.