Monthly Archives: April 2017

Obligator Terus Dikejar

Melalui kementerian keuangan, Sri Mulyani selaku menteri sangat menginginkan para obligator yang mendapatkan bantuan likuiditas bank Indonesia tetap dikejar hingga ke liang kubur. Walaupun keberadaan para obligator yang masih mempunyai kewajiban tersebut tidak diketahui dimana rimbanya, tetapi menteri keuangan ini sangat ingin mereka ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, hal ini mempunyai sangkut paut dengan pengusaha yang merupakan pemilik bank-bank yang bersangkutan dan menerima dana talangan tersebut. Menurut wanita ini, para obligator tersebut belum memenuhi kewajibannya. Terlebih setelah itu ada perjanjian antara pemerintah dengan para pengusaha, tetapi mereka belum membayar atau memenuhi beberapa kewajiban yang sudah menjadi kesepakatan bersama, maka dari itu mereka harus dikejar. Dana yang sudah dikucurkan oleh pemerintah, harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Maka dari itu, para pengusaha yang kabur ini harus bertanggungjawab terhadap dana yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini juga termasuk pengembalian dana dan bunga yang menyertainya. Sebab kejadiannya sudah sangat lama.

Obligator Terus Dikejar

Kejadian ini sudah belangsung 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1997. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa krisis ekonomi dunia pada tahun itu disebabkan oleh 100 lebih obligator dari Indonesia. Pengusaha Chandra Ekajaya adalah salah satu saksi sejarah yang menyaksikan bagaimana mereka merusak perekonomian dunia melalui negara Indonesia. Sebab, secara hukum internasional, apa yang sudah mereka lakukan memang merugikan banyak negara, tetapi polisi internasional pun tidak mampu menjangkau mereka, sebab tidak ada hukum yang bisa menjangkau mereka saat itu. Maka dari itu, saat pemerintahan Gus Dur, beliau memberi instruksi kepada adiknya untuk menagih uang-uang yang ada di beberapa orang dengan tujuan menyelamatkan perekonomian bangsa Indonesia. Cara model premanlah yang digunakan oleh pemerintahan ini. Alhasil, bangsa dan negara ini bisa selamat hingga sekarang. Kemudian, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa di era pemerintahan Jokowi, beliau senang bahwa para obligator tersebut akan dikejar dan dimintai pertanggungjawabannya. Bila hal ini bisa dilakukan, maka sudah jelas Indonesia akan bangkit menjadi negara besar dan mercusuarnya dunia.

Kartun Jadi Agen Promosi

Anak-anak masa sekarang sudah memiliki hasrat untuk tampil modis mengenakan jam tangan. Mereka punya selera tersendiri sebelum membeli jam. Sebab, pangsa pasarnya sudah jelas, tentu pengusaha menyediakan jam tangan khusus untuk anak-anak. Selain itu, anak-anak mudah sekali tertarik dengan desain-desain karakter kartun yang mereka idolakan. Salah satu karyawan toko jam tangan di salah satu swalayan Malang, Devi Putrawangi, mengatakan, penjualan jam tangan khusus anak-anak memiliki pasar tersendiri yang bisa dibilang bagus. Sebab, pada dasarnya anak-anak mudah tertarik ketika melihat barang yang menarik. Menurutnya ada 50 jam tangan terjual dalam sebulan. Selain itu, tambah dia, banyak sekali pilihan model karakter kartun yang dibuat khusus pada jam tangan tersebut. Tentu, karakter kartun sangat menarik perhatian bagi anak-anak. Namun, tak hanya karakter kartun saja, tetapi juga kombinasi warna-warna terang dan kalem. Jam tangan dengan karakter kartun yang dijual banyak sekali dan merupakan yang paling laris.

Kartun Jadi Agen Promosi 2

Kartun lama seperti Doraemon atau Hello Kitty atau kartu baru seperti Moana atau Frozen adalah yang paling laris. Anak-anak memiliki selera masing-masing, terkadang meminta dibelikan untuk dikoleksi. Ada yang beli untuk dikoleksi, karena mereka belum bisa membaca jarum jam. Chandra Ekajaya mengungkapkan hal yang senada. Bahkan di toko jam tangan di Jalan Mataram, menurutnya, jam tangan khusus anak-anak memang pangsa pasarnya jelas dan pasti. Kebanyakan anak-anak yang mampir di toko tersebut langsung tertarik. Selain tertarik pada karakter katun yang diminati, beberapa jam tangan juga difasilitasi lampu yang mampu kelap-kelip. Maka tidak mengherankan dalam sebulan, toko tersebut mampu menjual jam tangan anak-anak sedikitnya 45 buah. Para orang tua juga senang membelikan anaknya jam agar lebih tampail menarik. Orang tua pun membelikan dengan sesuka hati, sekaligus mengajari anak-anaknya membaca jarum jam. Pengusaha Chandra Ekajaya menilai ada faktor kartun di sini yang menjadi alat atau media promosi secara gratis. Maka kartun-kartun yang ditonton atau dibaca oleh anak-anak harus dikembangkan lagi untuk meningkatkan pendapatan pedagang.

 

Obat Tradisional Kontemporer

Obat Tradisional Kontemporer

Setiap pengusaha pasti memahami bahwa bisnis yang paling menjanjikan setelah kuliner adalah kesehatan. Apa alasannya? Sederhana. Sebab semua orang sebenarnya tidak ingin sakit. Karena dalam kondisi sakit, manusia tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, mengonsumsi makanan paling lezat pun akan terasa hambar di lidah orang sakit. Jadi orang sakit tidak akan bisa menikmati indahnya dunia. Oleh sebab itu kesehatan menjadi salah satu kebutuhan primer. Pengetahuan dasar seperti inilah yang menyebabkan industri kesehatan tumbuh subur. Bahkan beberapa industri farmasi, sengaja menciptakan penyakit yang disebarkan ke masyarakat supaya obat-obat yang mereka produksi laku. Meskipun hal itu tidak etis, tetapi kenyataannya memang begitu. Bahkan, obat-obat yang dikonsumsi itu pun akan memberikan dampak negatif kepada tubuh, meskipun baru dirasakan pada jangka waktu yang lama. Karena bagaimanapun, obat kimia sebenarnya merupakan racun bagi tubuh. Maka dari itu, kini masyarakat mulai berbondong-bondong kembali kepada tradisi, dimana kebijaksanaan leluhur memilih menggunakan bahan-bahan alami sebagai obat untuk penyembuhan.

Obat Tradisional Kontemporer 2

Chandra Ekajaya selaku pebisnis terkenal Indonesia mengatakan bahwa negeri ini mempunyai kekayaan alam yang luar biasa. Bahkan, banyak wilayah lain yang tidak mempunyai kekayaan seperti negara ini, terutama di bidang tanaman dan tumbuhan. Sebab, dua hal inilah yang menjadi bahan utama pembuatan obat tradisonal atau kalau di zaman sekarang lebih populer dengan nama obat herbal. Leluhur Nusantara sudah mewariskan banyak kebijaksanaan melalui resep-resep ramuan yang bisa digunakan oleh anak cucu. Tentu saja hal ini menjadi kelebihan negara ini. Tidak semua negara mempunyai leluhur yang hebat dan bisa memberikan warisan yang abadi untuk anak cucunya kecuali negara Tiongkok dan Indonesia. Bahkan karakteristik obat-obat tradisional dari Indonesia mempunyai sifatnya sendiri. Hal ini disesuaikan dengan kondisi geografis dan bentang alam dimana tumbuhan tersebut ditanam. Pengusaha Chandra Ekajaya mengingatkan sekali lagi kepada pebisnis muda supaya menggali local genius atau kebijaksanaan para leluhur supaya dapat bersaing di tingkatan internasional. Karena yang harus diingat adalah tidak semua negara mempunyai leluhur seperti leluhur Nusantara yang sangat peduli dengan anak cucunya.

Ikan Wader Crispy Yang Tak Banyak Orang Tahu

ikan wader

Siti Rofiah merupakan salah satu pengusaha ikan wader asal Malang,Jawa Timur. Ia yang menggeluti profesinya sebagai produsen juga sekaligus penjual iwak wader sejak 9 tahun lalu itu, mengaku rajin mengikuti berbagai event. Baik di kawasan Malang hingga luar daerah, seperti Jawa Tengah. Hal itulah yang membuat Siti kerap mendapatkan reseller di setiap daerah yang menggelar kegiatan bazar atau pameran.

Ia melanjutkan bahwa kini resellernya mulai tersebar diberbagai kota. Di antaranya di Ambarawa Semarang, Malang, Tulungagung, Surabaya dan Banyuwangi. Dengan semakin bertambahnya reseller, Siti semakin semangat untuk ikut setiap ada event atau pameran di berbagai kota se Nusantara. Karena menurutnya, dengan ikut pameran berpindah-pindah ke berbagai kota sangat membantu pemasarannya. Tak hanya itu, produknya juga akan mudah dikenal orang di setiap daerah. Event yang rutin ia ikuti setiap tahunnya adalah di Malang, Surabaya, Salatiga, dan Banjarnegara.

ikan wader

”Karena kalau ikut pameran juga tidak butuh modal banyak. Karena kadang diajak oleh koperasi milik Pak Chandra Ekajaya, yang stand atau penginapannya digratiskan. Jadi ya hanya modal transportasi dan makan saja,” ungkapnya. Meski begitu, diakui Siti rekan seprofesinya jarang ada yang mau ikut pameran ke luar daerah Malang. Ibu dua putra ini kerap ikut pameran di berbagai kota dengan diantar sang suami menggunakan kendaraan pribadi, sehingga bisa lebih menghemat pengeluaran.

Bisnis olahan ikan wader”Nah keluhan teman-teman yang juga jualan iwak wader crispy seperti saya ini katanya berat di transportasi dan konsumsi jika harus ke luar kota beberapa hari. Selain itu juga menghambat waktu produksi,” terangnya. Kondisi serupa Siti siasati dengan melakukan produksi dalam jumlah yang lebih banyak, sebelum mengikuti event di berbagai kota yang berhari-hari itu. Dalam proses produksinya itu pun ia dibantu 5 karyawan yang juga merupakan rekannya di koperasi milik Chandra Ekajaya. Namun jika menjelang event dan banyak pesanan, ia juga kerap menambah karyawannya.

Dibuat crispy juga bertujuan agar produk ikan wader lebih tahan lama tanpa bahan pengawet. Siti menuturkan bumbu yang digunakan cukup sederhana, yaitu tepung, bawang dan garam. Sehingga mampu tahan hingga 6 bulan. Namun dari komentar para konsumen, rasa iwak wader milik Siti ini rasanya pas. Cocok untuk camilan maupun lauk.

Siti Rokhayah Pengusaha Muda Sukses Berkat Sistem Bisnis Endorsment

Endorsment Siti Rokhayah

Siti Rokhayah perempuan hijabers ini adalah mahasiswi UIN Sunan Kalijaga yang sukses menggeluti bisnis jilbab, memang saat ini jilbab sangat beragam dan bervariatif. Hijabers saat ini sangat kreatif, dengan menggunakan jilbab mereka mampu berhijab dengan modern. Jilbab yang dulu kurang diminati saat ini jilbab sudah jadi tresetter para kaum hawa di Indonesia.

Siti Rokhayah tidak membuang peluang bisnis ini, dia adalah wanita yang kreatif dan cantik, dengan kreatifitasnya ini membuahkan hasil yang sangat memuaskan. Pertama kali dia berbisnis jilbab ini hanya teman teman lingkungan kampusnya yang membeli produknya, setelah hits dikampusnya dia memromosikan lewat sosial media instagram. Jilbab produksinya ini bisa sangat hits dikalangan para hijabers Indonesia. Dia mengatakan kalau kita berhijab bagaimana bisa tidak kelihatan jadul tapi bisa juga kelihatan modern.

Endorsment Siti Rokhayah

Di sosial media instagram Siti Rokhayahmempromosikan lewat endors ke teman teman hijab yang cantik untuk ikut mempromosikan jilbabnya. Dengan biaya Rp. 200.000 untuk biaya endors dia bisa menguntungkan Rp. 3 juta rupiah perbulannya. Hasil yang sangat bagus untuk dirinya yang masih belajar di bangku perguruan tinggi ini. Saat ini bisnisnya melebar ke pembuatan jilbab, dia memiliki toko dan mempunyai karyawan. Jilbabnya yang sudah dikirim ke seluruh Indonesia tapi juga sudah sampai ke negeri tetangga Malaysia.

Saat ada event event besar tentang hijab Siti Rokhayahselalu ikut berpartisipasi. Jilbab yang terkenal sampai malaysa itupun awalnya juga ikut event ke Malaysia tersebut. Dia tidak menutup diri untuk membayar para artis untuk jadi endors nya, pernah dia membayar Rp. 5 juta rupiah untuk 1 minggu iklan. Karena dengan cara tersebut produknya akan tersebar kepada para konsumen hijabers Indonesia. Dia juga selaku reseller terbaik di Indonesia, banyak juga yang mencari untung dari berjualan jilbabnya. Dia tidak merasa tersaingi, tetapi malah berterima kasih karena memilihnya untuk beli jilbab dan memakai produknya, saat ini perempuan jurusan psikologi ini mempunyai 5 karyawan dan memiliki 1 toko beserta 3 alat jahit jilbab. bukan hanya itu dia juga penyetok salah satu produk artis terkenal di Indonesia.

Pedas Loyang Pisang Mini Gugah Selera

Di pulau Jawa ini, khususnya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, segala macam kuliner pasti ada. Apalagi untuk camilan, jenis ini yang paling banyak varian dan kreasinya. Masyarakat urban di kota ini memang terkenal dengan keanekaragaman kulinernya. Mulai dari camilan khas betawi, seperti kethoprak, kerak telor, roti buaya, lalu camilan khas sunda, misalnya cireng, cilok, dan cimol. Ada juga camilan dari jawa, seperti kuping gajah, dan masih banyak lagi. Beberapa camilan yang disebutkan tadi merupakan camilan zaman dahulu, sedangkan camilan masa kini dari segi namapun sudah menyesuaikan zaman. Misalnya saja makaroni ngehe, lumpia raksasa, cilok muncrat, dan sebagainya. Tetapi yang paling terkenal adalah Loyang Pisang Mini. Camilan ini dikeluarkan pada awal tahun 2017. Sambutannya sungguh luar biasa. Masyarakat merespon dan menyambutnya secara positif. Apalagi produk ini menggunakan jasa endorsment para artis dunia maya dan artis tanah air. Maka sudah pasti laris dan menjadi camilan utama warga Jakarta.

Pedas Loyang Pisang Mini Gugah Selera 2

Pemilik saham terbesar Loyang Pisang Mini, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa rasa yang paling disenangi oleh penduduk Indonesia adalah rasa pedas. Dengan mengakomodasi rasa pedas itu, maka pengusaha muda ini yakin penduduk Indonesia secara luas akan semakin senang dengan produk ini. Rasa pedas yang diramu dan diracik dengan Loyang Pisang Mini dapat menggugah selera. Konsep seperti ini merupakan hal unik dan tidak biasa bagi masyarakat awam. Maka dari itu masyarakat justru sangat senang dengan produk-produk semacam ini. Bahkan sudah muncul banyak reseller yang menjajakan camilan ini. Para sales pun enggan ketinggalan mendapatkan keuntungan. Menurut keterangan pengusaha Chandra Ekajaya, mereka senang dengan variasi dan kreasi camilan ini. Di setiap ada keramaian pasti ada produk ini. Bahkan penjualan melalui daring pun juga dilakukan. Sehingga angka penjualannya sangat optimal dan maksimal. Untuk bulan puasa, mereka akan menyediakan Loyang Pisang Mini dengan rasa kolak. Sehingga nuansa khas puasa dan bulan ramadhan bisa dinikmati meski hanya dengan menikmati produk camilan ini.

Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Setiap pengusaha pasti mempunyai strategi dan taktik untuk memasarkan produk-produknya. Apalagi dunia usaha saat ini sedang dalam persaingan yang sangat ketat. Maka diperlukan kreativitas dan inovasi dalam melakukan pemasaran serta penjualan. Di kabupaten Bojonegoro, saat ini anak-anak mudanya sedang gandrung dengan sepatu roda. Melihat peluang dimana sepatu roda sedang menjadi tren di kalangan remaja dan pemuda, maka para pebisnis di kabupaten ini sedang menggiatkan promosi terkait sepatu roda. Fenomena yang muncul adalah mulai banyaknya komunitas sepatu roda yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Banyak para pedagang yang menggelar dagangannya di alun-alun kabupaten. Tentu saja para pedagang ini mendapatkan pasokan barangnya dari para pengusaha sepatu roda. Para pedagang biasanya dapat menjual 15 pasang sepatu roda dalam sebulan. Mereka ini selalu menggaet komunitas supaya penjualan sepatu rodanya meningkat. Dari komunitas-komunitas inilah sepatu roda milik para pedagang kemudian diburu dan laku dibeli oleh para konsumen. Para pedagang menyebut cara ini sangat efektif.

Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Saat ditanya lebih jauh, darimana para pedagang memperoleh cara tersebut, mereka mengatakan bahwa ide dan gagasan mengenai teknik penjualan yang menggaet komunitas berasal dari ide pengusaha Chandra Ekajaya. Beliau merupakan pebisnis senior yang sudah malang-melintang di kabupaten ini. Pebisnis inilah yang menyuplai sepatu roda kepada para pedagang yang berjualan di alum-alun. Sistem yang ditawarkan kan pun sangat ringan. Bukan sistem beli putus, melainkan sistem sharing profit. Sehingga para pedagang mampu mendapatkan hasil yang lumayan. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa sistem menggaet komunitas merupakan sistem marketing yang paling terbaru. Biasanya sistem ini digunakan oleh produk rokok. Sebab dengan menggaet komunitas, dalam arti memfasilitasi atau sekadar mendukung kegiatan mereka sama saja dengan mendapatkan konsumen baru. Bahkan para konsumen ini nantinya akan beralih menjadi pelanggan. Apalagi para pedagang ini menyarankan untuk membentuk sistem kaderisasi dalam komunitas. Maka secara tak langsung jumlah konsumen akan stabil atau bahkan lebih tinggi. Sebab terjadi regenerasi yang terus-menerus dan tak pernah putus.

Industri Kopi Kekurangan Alat

Industri Kopi Kekurangan Alat

Para pelaku usaha yang bergerak di sektor industri kopi sangat senang dengan keadaan pasar saat ini. Permintaan kopi selalu menduduki peringkat yang tinggi. Terutama di wilayah industri hilir, kopi menjadi komoditas utama. Hal ini sedang terjadi di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara. Pebisnis yang paling merasakan dampak dari meningkatnya indsutri ini adalah para pengusaha roasting. Ini menjadi kendala tersendiri di beberapa wilayah Sumatera. Padahal di beberapa kota besar, para petani ataupun pengusaha bahan baku sedang gencar-gencarnya mempromosikan kopi-kopi asli pulau Sumatera. Meskipun dalam peroastingan para petani menghadapi banyak kendala, tetapi para pelaku usaha tetap semangat dan optimis dalam mengembangkan industri hilir di ranah perkebunan kopi. Hal ini mereka lakukan karena mereka percaya dan yakin bahwa produk kopi mereka mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya di wilayah Indonesia maupun luar negeri. Apalagi pemerintah daerah juga sangat mendukung pertanian dan perkebunan kopi supaya bisa menjadi komoditas utama daerah.

Industri Kopi Kekurangan Alat 2

Optimisme dan semangat merupakan modal utama yang harus terus dipupuk. Karena dengan rasa percaya dan yakin, maka seluruh kendala dan hambatan pasti dapat diatasi. Industri hulu dan hilir dari kopi daerah pasti akan terus berkembang. Para pengusaha ini berkonsultasi kepada Chandra Ekajaya selaku pengusaha senior supaya dapat memberi solusi. Pebisnis senior ini mengatakan bahwa alangkah baiknya jika pemerintah dan pengusaha mayor merangkul dan mengajak para pelaku usaha kopi dalam merumuskan master plan bersama. Sehingga nantinya dapat memunculkan ide dan gagasan baru dalam pengolahan kopi. Sehingga industri hilir yang dihasilkan tidak hanya berkutat pada produksi biji kopi menjadi kopi bubuk. Melainkan mampu mengolah kopi menjadi produk olahan lainnya yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Misalnya saja produk-produk makanan yang memiliki rasa kopi. Chandra Ekajaya berhasil melihat faktor yang menjadi kendala, yakni alat produksi. Jadi para pelaku usaha masih belum dapat mencukupi produksinya karena terkendala dengan faktor alat. Jika hal ini dipenuhi maka tidak mungkin para pengusaha tersebut dapat menguasai pasar Asia Tenggara.

Pengusaha Topi Tingkatkan Omzet

Pengusaha Topi Tingkatkan Omzet

Para pelaku usaha topi koboi semakin banyak diminati. Berada di wilayah dataran tinggi, kabupaten Wonosobo memang lebih sering menggunakan transportasi kuda. Biasanya kegiatan berkuda ini dilakukan seminggu sekali. Maka dari itu banyak sekali masyarakat yang mengimajinasikan bahwa diri mereka sebenarnya koboi. Maka dari itu mereka pun membeli atribut koboi, salah satunya adalah topi koboi. Topi koboi ini banyak diburu konsumen di kabupaten Wonosobo. Rentang usia konsumen sangat variatif, mereka kira-kira berusia antara 40-60 tahun. Alasan yang melatarbelakangi mereka membeli topi itu adalah karena mereka ingin merasakan mengenakan topi yang melegenda itu. Bagi salah satu pengusaha topi koboi, Eko Triadi, menuturkan bahwa rata-rata konsumen sekadar membeli saja untuk koleksi di rumah. Tetapi saat ini mereka mulai menggunakannya saat berkuda. Hal ini tentu saja sangat membanggakan. Sebab bila difoto, mengenakan pakaian ala koboi sambil mengendarai kuda sangatlah gagah. Dalam seminggu, toko tersebut bisa menjual topi koboi minimal dua. Tetapi tidak selalu laris, karena tidak semua orang suka dengan topi koboi.

Pengusaha Topi Tingkatkan Omzet 2

Tetapi ia juga menyebutkan bahwa kadang dalam seminggu tidak ada yang beli, karena topi koboi termasuk barang yang segmented. Sehingga Eko pun harus merumuskan strategi yang lain. Setelah berkonsultasi dengan pengusaha Chandra Ekajaya, ia menjual produksinya secara musiman saja. Menurutnya topi koboi laris ketika bulan Agustus. Sebab, banyak digunakan karnaval. Maka dari itu ia akan memaksimalkan bulan tersebut. Salah satu konsumen, Ekalaya Bambang mengatakan bahwa ia suka mengenakan topi koboi karena merasa lebih nyentrik ketika bersepeda onthel. Kemudian saat berkuda pun merasa lebih trendi dan percaya diri. Dia biasanya beli topi koboi lebih dari satu kalau motif dan warnanya bagus. Chandra Ekajaya memberikan saran bahwa lebih baik para pelaku usaha topi koboi di kabupaten Wonosobo membuat konsep yang khas. Sehingga topi koboi itu nantinya berbeda dengan topi koboi Amerika Serikat ataupun daerah-daerah yang lain. Bila mempunyai ciri khas pasti produk tersebut bisa bersaing dengan produk-produk yang lain.

Chandra Ekajaya Pengaruh Persaingan Global Terhadap Produk You and Me Fashion

Bisnis Fashion Chandra Ekajaya

Persaingan global bisa menjadi sebuah mata pisau yang bisa berbalik kepada para pengusaha untuk bisnis yang dijalankan. Dalam persaingan bisnis memang persaingan adalah hal yang wajar di dunia bisnis. Terkadang bahkan ada beberapa perusahaan dan produk fashion yang tidak bisa bersaing dengan perusahaan dalam negeri dan terpaksa gulung tikar ujar Chandra Ekajaya.

Mengatasi persaingan bisnis khususnya di bidang fashion, Chandra Ekajaya bersama You and Me Fashion mencoba berbagai cara untuk mampu bersaing dengan perusahaan asing dan domestik untuk mampu bersaing di pasar bebas. Menurut Chandra Ekajaya pasar global sebenarnya memberikan berbagai macam kemudahan dan peluang besar bagi para pengusaha yang mampu masuk kedalam pasar global, disana bisa dijamin jika bisa masuk pasti produk tersebut secara otomatis akan terangkat pamor produk tersebut.

Pengusaha Fashion Chandra Ekajaya

Berbagai cara yang dilakukan untuk bersaing mungkin harus dilakukan oleh Chandra Ekajaya, salah satu potensi yang coba di raih selain meingkatkan kualitas produk adalah dengan cara menjalin kerjasama dengan beberapa pihak asing yang sudah mampu memberikan dampak positif di tatanan pasar global. Di era ini mungkin salah satu yang bisa digunakan adalah menggunakan strategi marketplace dan digital marketing.

Dengan menggunakan keduanya ini, menurut Chandra Ekajaya teknologi adalah salah satu hal terbaik dalam mengembangkan produk dengan cepat, tak terbatas tempat dan pastinya lebih murah dan efisien. Pengaruhnya pun bisa dibilang sangat signifikan terhadap potensi penjualan produk baik di domestic maupun global secara keseluruhan. Namun ada beberapa kendala untuk memulai penggunaan marketplace dan digital marketing dalam proses bisnis. Hal yang paling mendasar adalah sistem nya, jangan sampai dengan menggunakan sistem marketplace bukan malahan membuat konsumen menjadi kesulitan dalam proses jual beli maupun proses melihat produk yang akan dibeli, semuanya harus sudah terkonsep dengan baik dan bertujuan untuk kemudahan konsumen.

Memang persaingan global sudah mulai dirasakan oleh sebagian besar pelaku bisnis bukan hanya Chandra Ekajaya saja. Banyak yang sudah merasakan dampaknya mulai dari dampak positif yang dirasakan sampai dampak negatif yang dirasakan pula.