3 Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Kamu Bawa Pulang

3 Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Kamu Bawa Pulang
3 Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Kamu Bawa Pulang

3 Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Kamu Bawa Pulang

3 Oleh-oleh Khas Jogja Yang Wajib Kamu Bawa Pulang. Jalan-jalan di Yogyakarta terasa kurang apabila tidak membeli buah tangan asli Kota Gudeg itu. Aneka oleh-oleh khas Jogja sangat mudah ditemui disetiap warung atau pasar yang kita kunjungi. Salah satu oleh-oleh yang paling terkenal dari Jogja adalah Bakpia. Selain itu, Jogja juga terkenal dengan kain batik dan juga kaos Dagadu. Berikut 3 oleh-oleh khas Jogja yang telah dirangkum Johanes Chandra Ekajaya.

Bakpia Pathok

Siapa yang tidak mengenal makanan khas Jogja bernama Bakpia? Bakpia Pathok menjadi oleh-oleh yang wajib dibawa pulang para wisatawan. Pada awalnya, Bakpia hanya menggunakan kacang hijau menjadi rasa utamanya. Namun, seiring berjalannya waktu rasa Bakpia menjadi bervariasi. Hampir setiap toko oleh-oleh makanan menyediakan berbagai macam jenis bakpia. Mulai dari Rp 28 ribu kamu bisa membawa pulang oleh-oleh satu ini.

Yangko

Oleh-oleh khas Jogja yang satu ini terbuat dari tepung ketan menyerupai mochi namun Yangko berbentuk persegi empat nan mungil. Saat dimakan, Yangko terasa lembut dan memiliki tekstur yang kenyal. Apabila kamu ingin membeli Yangko, berkunjunglah ke kawasan Kotagede, sebab dari kota inilah Yangko berasal. Satu kotak yangko berisi 30 buah dengan rasa yang bervariasi bisa kamu dapatkan dengan harga Rp 8 ribu – 10 ribu saja per kotak.

Geplak

Geplak terbuat dari irisan tipis daging kelapa yang dimasak dengan campuran gula. Geplak telah dimodifikasi dalam berbagai macam varian rasa. Makanan yang identik dengan rasanya yang sangat manis ini sangat cocok disantap dengan teh tawar hangat. Oleh-oleh Jogja satu ini sangat mudah dijumpai di berbagai sentra penjualan oleh-oleh khas Jogja. Biasanya, Geplak dijual dengan harga Rp 16 ribu per kg.

Itulah 3 oleh-oleh makanan yang paling fenomel asli dari Kota Gudeg yang telah dirangkum Johanes Chandra Ekajaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *