Bahayakah Rokok Elektrik?

Johanes Chandra Ekajaya

Rokok elektrik kini banyak dikonsumsi sebagai pengganti rokok tembakau yang digunakan dengan cara dibakar. Menurut penelitian, beberapa pihak berpendapat bahwa rokok elektrik memiliki banyak dampak negatif terhadap kesehatan tubuh manusia. Penggunaan rokok elektrik diklaim banyak orang sebagai langkah awal untuk mengurangi kecanduan merokok.

Lembaga riset Public Health England melakukan kajian atas dampak konsumsi rokok elektrik di Inggris. Di Inggris sendiri konsumen rokok elektrik telah mencapai angka sebesar 2,8 juta orang. Hasilnya, rokok elektrik sudah tepat dijadikan alternatif bagi para perokok.

Sebuah rokok elektrik terdiri dari komponen-komponen seperti Mouthpiece, ,Mouthpiece inilah yang disedot atau dihisap saat menggunakan rokok elektrik dan untuk meletakkan kartrid yang dapat diganti. Atomizer merupakan elemen pemanas yang menguapkan cairan pada katrid tersebut. Baterai – biasanya berupa baterai lithium ion yang dapat diisi ulang. Selain itu ada juga beberapa sirkuit elektronik dalam perangkat, seperti sensor aliran udara, switch cutoff dan lampu LED untuk menunjukkan perangkat telah diaktifkan.

Seperti telah disebutkan bahwa rokok elektrik tidak menggunakan tembakau dan pembakaran melainkan hanya penguapan cairan, sehingga rokok elektrik ini diklaim lebih aman dibanding dengan rokok tradisional. Akan tetapi menurut para ahli kesehatan tidak yakin bahwa anggapan itu benar. Sebuah kenyataan yang perlu diketahui, bahwa cairan yang ada dalam katrid terdiri dari nikotin perasa seperti permen karet, mentol, karamel, buah-buahan, kopi, atau cokelat , propylene glycol (pelarut), dan zat aditif lainnya. Jumlah atau kadar nikotin didalamnya akan bermacam-macami. Beberapa produk mengandung kadar nikotin yang sama dengan rokok tembakau biasa, sementara yang lain mengandung kadar yang lebih sedikit atau lebih banyak.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *