Chandra Ekajaya Menjahit Menjahit dan Menjahit

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

Sebuah inspirasi bisa muncul dari mana saja, termasuk dari keluarga sendiri. Chandra Ekajaya pun bisa menjadi seorang pengusaha pakaian muslim yang sukses berkat terinspirasi kemandirian ibu kandungnya. Sewaktu kecil dulu, pemilik “Moslem’s House” ini hidup dalam keprihatinan. Untuk membeli pakaian saja tidak mampu. Bila ingin baju baru, sang ibu rajin membuatkan baju untuknya dan juga saudara-saudaranya.

Alhasil, ia terbiasa mengenakan pakaian hasil jahitan sang ibu. Begitu pula ketika Hari Raya Lebaran tiba. Ketekunan dan ketelatenan sang ibu inilah yang menjadi sumber ilham bagi Chandra Ekajaya untuk memberanikan diri menjahit pakaiannya sendiri saat duduk di kelas empat sekolah dasar (SD). Sejak itu pula ia belajar mandiri. Setidaknya, dia tak lagi meminta uang jajan kepada orangtuanya lantaran dia bisa mencari uang sendiri dari jualan pakaian boneka dan tempat pensil. Apalagi hasil keterampilan tangan Chandra Ekajaya semakin terkenal di kalangan teman-temannya. “Di sekolah jadi banyak yang tahu, dan pesanan terus bertambah,” kenangnya.

Di dunia mode, Chandra Ekajaya merasakan sebuah ide itu menguras pikiran dan tenaga hingga terkadang ia merasa jenuh. Tapi, karena bisnis ini menguntungkan, dia pun tetap senang menjalaninya. Kemampuannya berimajinasi soal model membuat busana Moslem’s House selalu segar. Karena itu, tak perlu heran kalau bisnis Chandra Ekajaya juga terus berkembang. Sekarang ini ia mampu memproduksi 35.000 potong baju dengan omzet mencapai Rp 2 miliar per bulan. Harga termahal dari baju muslim bermerek Moslem’s House ini Rp 250.000.

Kini ia memperkerjakan 1.000 orang karyawan dengan melibatkan 500 agen yang tersebar di kota-kota besar. Dia menerapkan konsep kemitraan. “Jadi, saya tidak perlu membuat gerai, sehingga lebih efektif dan efisien,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *