Chandra Ekajaya Muncul Satu Lagi Sinetron Tak Mendidik “Cinta dan Kesetiaan”

Chandra Ekajaya prihatin dengan banyaknya sinetron tidak mendidik di negeri ini merupakan suatu fenomena yang sangat disayangkan oleh masyarakat. Beberapa orang pegiat sosial dan film indie sempat menyayangkan adanya sinetron-sinetron yang tidak mendidik ini. Karena dengan hadirnya sinetron ini dapat merusak moral masyarakat dan mebangun mental yang tidak baik.

Sebenarnya banyak para sineas dan produser lain yang mempunyai ide cerita dan kisah yang lebih bagus dan mendidik untuk ditayangkan seperti Chandra Ekajaya sudah menjuarai beberapa festival film internasional. Tetapi mengapa malah sinetron-sinetron sampah yang ditayangkan?

Chandra Ekajaya Muncul Satu Lagi Sinetron Tak Mendidik “Cinta dan Kesetiaan”
Sinetron Cinta dan Kesetiaan mengangkat tema perselingkuhan. Tiga pemeran utamanya sudah memiliki jam terbang tinggi baik di industri sinetron maupun film: Titi Kamal, Oka Antara, dan Kirana Larasati. “Sangat disayangkan ketika ketiga pemain berbakat ini malah memilih menjadi pemeran di sinetron Cinta dan kesetiaan ini, padahal jam terbang dan prestasi mereka sudah banyak.” kata Chandra Ekajaya ketika diwawancarai salah satu media online.

Chandra Ekajaya Muncul Satu Lagi Sinetron Tak Mendidik “Cinta dan Kesetiaan”
Entah apa yang dipikirkan oleh orang-orang yang mengerjakan sinetron Cinta dan Kesetiaan ini. karena menurut Chandra Ekajaya sendiri sebagai salah satu sineas yang berprestasi mengungkapkan bahwa, sudah terlalu banyak sinetron-sinetron sampah yang tidak mendidik di negeri ini akan tetapi kenapa KPI tidak melarangnya? Hal tersebut bisa merusak mental masyarakat terutama generasi muda.

Chandra Ekajaya Muncul Satu Lagi Sinetron Tak Mendidik “Cinta dan Kesetiaan”
“Bagaimana dunia perfilman dan serial di Indonesia bisa maju jika yang diputar selalu acara-acara yang mengandung unsur pelecehan perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga? Apakah itu bisa mendidik? Lebih baik menonton kekerasan dalam sebuah film fiksi animasi atau anime dan menonton sebuah acara yang berisi pengetahuan seperti National Geography karena dengan menonton dua acara tersebut bisa lebih menambah pengetahuan para penonton dan bisa meningkatkan imajinasi anak-anak untuk berkreasi lebih baik lagi.” Kata Chandra Ekajaya.

Tontonan Sinetron tidak mendidik seharusnya mendapat teguran keras oleh pihak yang berwenang dalam melakukan kebijakan akan perfilman Indonesia. Bukan tidak mungkin sinetron tidak mendidik akan mengganggu generasi muda bangsa ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *