Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang

Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang

Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang

Yohanes Chandra Ekajaya – Kali ini saya akan membahas tentnang “Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang

Seperti kita ketahui bahwa di jepang ada sebuah mafia yang bernama “Yakuza” yang terkenal tidak hanya di Jepang. tapi bahkan di seluruh dunia. Nah mari kita simak cerita lain dari geng mafia ini. berikut ceritanya yang saya Johanes Chandra Ekajaya rangkum.

Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang

Tato
Tato bisa dibilang adalah identitas yang paling gampang dikenali dari Yakuza. Tato mereka memiliki corak dan motif khusus, sesuai dengan geng asal mereka. Setiap kepala geng Yakuza memiliki peraturan khusus untuk tato anggotanya.

Semakin banyak tato seorang yakuza, itu menandakan bahwa dirinya semakin berpengaruh dalam geng tersebut. Banyaknya tato juga menunjukan bahwa dia adalah orang kepercayaan. Tato ini pulalah yang membuat orang pemerintah Jepang tidak menerima pegawai negeri dengan tato, karena tato identik dengan yakuza.

Menjadi Pahlawan pada Bencana Tsunami 2011
Tentu kita masih mengingat bagaimana negara sakura porak-poranda dilanda tsunami pada tahun 2011. Pada saat itu negara Jepang memberlakukan status darurat nasional karena banyak sekali kota-kota yang hancur. Perhatian duniapun tertuju pada Jepang.

Namun, sebelum organisasi pemerintah dan bantuan internasional datang, para Yakuza dikabarkan telah membantu para korban tsunami. Mereka menggunakan helikopter dan boat organisasi mereka untuk mengirimkan bantuan ke daerah bencana. Banyak yang memuji aksi ini namun banyak juga yang menganggapnya sebagai ajang “cari muka” belaka.

Yubitsume, Hukuman Potong Jari Bagi yang Membangkang
Yakuza memang dikenal sebagai sebuah organisasi yang disiplin dan kejam. Mereka wajib mematuhi peraturan atasan mereka tanpa banyak protes. Siapa yang memprotes kebijakan pemimpin, akan mendapat ganjaran yang tidak main-main.

Yubitsume adalah tindakan memutilasi jari seorang yakuza, jika dia membangkang atau tidak melaksanakan tugas dengan baik. Maka, tidak heran bahwa banyak anggota yakuza yang kehilangan beberapa jarinya. Bahkan, ada yang kehilangan kesepuluh jarinya sekaligus.

Melakukan Pemerasan degan Taktik Pintar
Yakuza biasanya cukup kaya untuk membeli saham di sebuah perusahaan besar. Mereka akan membeli saham sebanyak mungkin agar diundang ke rapat kepemilikan saham. Dalam pertemuan rapat itu, mereka akan mempelajari profil pemengang saham lainnya. Mereka akan menggali informasi yang memalukan dari pemengang saham tersebut.

Setelah memegang daftar aib dari lawannya, Yakuza akan memulai pemerasan. Mereka akan meminta sejumlah uang kepada si pemengang saham dan mengancam, jika tidak diberi uang tersebut maka mereka akan membocorkan daftar aibnya. Sungguh trik yang pintar untuk memeras pengusaha kaya.

Punya Hubungan Khusus dengan Pemerintahan Jepang
Pada tahun 2012, Keishu Tanaka, perdana menteri Jepang diminta untuk mundur dari jabatannya karena dia memiliki hubungan dengan Yakuza. Banyak politisi Jepang yang ternyata harus berhubungan dengan Yakuza karena membutuhkan dana talangan untuk karir politik mereka.

Pada pemilihan umum di Jepang, para yakuza juga diam-diam menyebarkan anggotanya di tempat pemilihan. Mereka akan meastikan bahwa kandidat yang mereka dukung akan menang. Hal tersebut membuat banyak politisi berlomba-lomba untuk meminta campur tangan yakuza dalam pemilihan. Jadi, bisa dikatakan bahwa Yakuza juga bagian dari pemerintahan Jepang.

Meski mereka adalah para pelaku kriminalias, namun yakuza tampaknya sudah menjadi bagian dari tatanan masyarakat Jepang. Mereka memegang peranan serius di bidang politik, juga ekonomi. Selain itu, keingintahuan publik tentang kehidupan Yakuza yang unik juga menjadikan yakuza semakin populer. Belakangan ini, Yakuza malah menerbitkan majalah mereka sendiri, yang mengupas sisi kehidupan mereka.

Semoga artikel “Fakta Unik di Balik Sosok Yakuza, Mafia Sangar Dari Jepang” bisa menjadi pengetahuan dan juga bisa bermanfaat untuk anda-anda yang sudah membacanya. salam saya Yohanes Chancra Ekajaya.