Farmasi Jadi Ujung Tombak

Kesehatan memang merupakan hal yang paling berharga bagi manusia. Saat sedang sehat maka makanan apapun akan terasa sangat nikmat. Sebaliknya, jika sedang sakit, makanan senikmat dan selezat apapun akan terasa hambar karena tubuh sedang sakit. Maka dari kesehatan merupakan komoditas utama kehidupan manusia setelah pangan. Maka sangat wajar jika di era modernitas seperti sekarang, kesehatan dijadikan industri. Bahkan beberapa waktu yang lalu, Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia di wilayah Jawa Tengah sedang mengusahakan supaya industri farmasi bisa menjadi salah satu dari 15 industri utama di tahun 2025. Mereka sangat berharap dan optimis supaya hal tersebut bisa terwujud. Mereka mengatakan bahwa hal itu sangat mungkin terjadi jika ada kerjasama dan sinergitas dari pemerintah, akademisi, pengusaha, dan komunitas yang bergerak di sektor kesehatan. Dokter Koesbintoro Singgih selaku ketua Gabungan Perusahaan Farmasi mengatakan bahwa dalam masyarakat ekonomi Asean, maka pemikiran yang maju sangat dibutuhkan oleh negara ini.

Farmasi Jadi Ujung Tombak

Beliau menyebutkan bahwa Indonesia secara daya saing berada dalam urutan keempat untuk benua Asia. Tetapi bila tidak ditunjang dengan usaha yang maksimal dan optimal, serta pemanfaatan potensi yang tersedia, maka akan terasa sia-sia dan hasilnya sama saja. Bahkan pihak-pihak luar bisa merebutnya. Para pengusaha, salah satunya Chandra Ekajaya mengatakan bahwa mereka sudah mempunyai road mad industri kesehatan dan farmasi. Ia menyebutkan bahwa pada tahun 2025, pasar global akan mengerucut menjadi 15 besar sektor industri. Sehingga harapan untuk memasukkan industri farmasi sebagai bagian dari 15 besar industri utama bisa diwujudkan jika pemerintah bisa membuat kebijakan secara tepat. Bila pemerintah, pengusaha, dan komunitas masyarakat Indonesia bisa membuat langkah yang tepat dan efektif, maka pengusaha Chandra Ekajaya menyebutkan bahwa industri farmasi Indonesia bisa mencapai posisi lima besar dunia. Maka dari itu para pengusaha sangat berharap kepada pemerintah supaya muncul kebijakan yang tepat. Sehingga mereka bisa bersaing secara global. Tentu saja mereka tidak hanya ingin bersaing di dalam negeri saja. Mereka ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi poros kesehatan dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *