Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Setiap pengusaha pasti mempunyai strategi dan taktik untuk memasarkan produk-produknya. Apalagi dunia usaha saat ini sedang dalam persaingan yang sangat ketat. Maka diperlukan kreativitas dan inovasi dalam melakukan pemasaran serta penjualan. Di kabupaten Bojonegoro, saat ini anak-anak mudanya sedang gandrung dengan sepatu roda. Melihat peluang dimana sepatu roda sedang menjadi tren di kalangan remaja dan pemuda, maka para pebisnis di kabupaten ini sedang menggiatkan promosi terkait sepatu roda. Fenomena yang muncul adalah mulai banyaknya komunitas sepatu roda yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Banyak para pedagang yang menggelar dagangannya di alun-alun kabupaten. Tentu saja para pedagang ini mendapatkan pasokan barangnya dari para pengusaha sepatu roda. Para pedagang biasanya dapat menjual 15 pasang sepatu roda dalam sebulan. Mereka ini selalu menggaet komunitas supaya penjualan sepatu rodanya meningkat. Dari komunitas-komunitas inilah sepatu roda milik para pedagang kemudian diburu dan laku dibeli oleh para konsumen. Para pedagang menyebut cara ini sangat efektif.

Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Saat ditanya lebih jauh, darimana para pedagang memperoleh cara tersebut, mereka mengatakan bahwa ide dan gagasan mengenai teknik penjualan yang menggaet komunitas berasal dari ide pengusaha Chandra Ekajaya. Beliau merupakan pebisnis senior yang sudah malang-melintang di kabupaten ini. Pebisnis inilah yang menyuplai sepatu roda kepada para pedagang yang berjualan di alum-alun. Sistem yang ditawarkan kan pun sangat ringan. Bukan sistem beli putus, melainkan sistem sharing profit. Sehingga para pedagang mampu mendapatkan hasil yang lumayan. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa sistem menggaet komunitas merupakan sistem marketing yang paling terbaru. Biasanya sistem ini digunakan oleh produk rokok. Sebab dengan menggaet komunitas, dalam arti memfasilitasi atau sekadar mendukung kegiatan mereka sama saja dengan mendapatkan konsumen baru. Bahkan para konsumen ini nantinya akan beralih menjadi pelanggan. Apalagi para pedagang ini menyarankan untuk membentuk sistem kaderisasi dalam komunitas. Maka secara tak langsung jumlah konsumen akan stabil atau bahkan lebih tinggi. Sebab terjadi regenerasi yang terus-menerus dan tak pernah putus.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *