Hengkang Dari Bank Dunia, Sri Mulyani Kini Terpilih Sebagai Menteri Keuangan!

Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati speaks during a news conference in Jakarta May 21, 2008. Indrawati said on Wednesday a plan to hike fuel prices by an average of 28.7 percent is "largely final". REUTERS/Supri (INDONESIA)

Indonesian Finance Minister Sri Mulyani Indrawati speaks during a news conference in Jakarta May 21, 2008. Indrawati said on Wednesday a plan to hike fuel prices by an average of 28.7 percent is “largely final”. REUTERS/Supri (INDONESIA)

Seperti yang telah diberitakan oleh media-media lainnya, pada hari Selasa (26/7/2016) kemarin, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi merombak dan mengumumkan susunan kabinet terbarunya. Uniknya, di susunan kabinet kali ini terdapat nama yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia yakni Dr. Sri Mulyani.

Sebelum diangkat menjadi Menteri Keuangan oleh Presiden Joko Widodo, wanita kelahiran Bandar Lampung 53 tahun yang lalu ini memiliki peran penting di Bank Dunia. Semenjak tahun 2010, Sri Mulyani menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia menggantikan Juan Jose Daboub. Kini, Sri Mulyani kembali ke Indonesia dan siap mengemban tugas negara sebagai Menteri Keuangan.

Dalam acara pelantikannya, kepada para wartawan yang hadir Sri Mulyani mengungkapkan jika ia sangat mengapresiasi keputusan presiden atas kepercayaan yang diberikan. Selain itu, Sri Mulyani juga sangat optimis dan menyatakan siap berkolaborasi dengan menteri-menteri lainnya yang tergabung di kabinet kerja.

Presiden Joko Widodo sendiri menitipkan beberapa pesan kepada Sri Mulyani. Sang Presiden meminta agar Sri Mulyani bisa memperkuat tim ekonomi terutama dari sisi fiskal ataupun penganggaran. Tidak hanya itu, Sri Mulyani juga diharapkan bisa membuat kebijakan untuk mendorong kegiatan ekonomi. Jika ia berhasil menjalankan misinya, perekonomian di Indonesia pun mampu bertahan dari tekanan perekonomian global.

Demi mengemban tugas sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani bahkan rela mundur dari jabatan strategisnya di Bank Dunia. Sebelum mundur dari jabatannya, ia juga sudah berkomunikasi terlebih dahulu dengan Presiden Bank Dunia yakni Jim Yong Kim.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *