Lilin Aromaterapi Dengan Bentuk Yang Lucu

lilin aromaterapi

Lilin yang merupakan alat penerangan jaman dahulu ini ternyata mempunyai pasar yang bagus, terutama lilin aromaterapi yang saat ini banyak diminati untuk menambah kesan nyaman ketika membakarnya. Banyak penduduk yang tertarik menggeluti dan berkecimpung mengais rezeki dari usaha lilin hias dengan aroma wangi, mengharap nyala bisnis dari usaha ini. Namun sayang tak semuanya bisa langgeng, karena sebagian besar perajin lilin hias di Semarang jawa Tengah ini mengalami kerugian akbiat bahan baku yang lmauan mahal.

lilin aromaterapi

Namun tidak demikian dengan Miftah, pemilik usaha Lilin Aromaterapi ini tetap bertahan memproduksi beraneka jenis lilin hias sejak tahun 2000 di wilayah Semarang, Jawa Tengah ini. Bisnis lilin hias aromaterapi ini dirintis ketika Miftah baru berusia 20 tahun. Kala itu ia terinspirasi memulai usaha setelah mengenal beberapa orang wisatawan asing yang sangat berminat dengan berbagai kreasi cantik lilin hias Semarang.

“Usaha ini bermodalkan Rp 10 juta. Sebagian besar untuk membeli bahan baku, karena harus didatangkan dari luar Semarang,” kata Miftah.

Setelah bahan baku didapatkan, maka berbagai kreasi lilin pun diciptakan. Jenis-jenis lilin hias yang Ia produksi seperti bunga kamboja, mawar, teratai, atau kembang sepatu. Aroma lilin pun bervariasi, mulai dari buah-buahan seperti stroberi, apel, dan citrus, sampai aroma bunga-bungaan (mawar, lavender, hingga melati), termasuk wangi rempah-rempahan seperti cinnamon, cedarwood, sandalwood, atau wangi rumput alang-alang yang menyegarkan. Semua lilin hias ini dikemas cantik dan siap dipasarkan ke konsumen.

Dengan sebuah koperasi usaha yang dimiliki oleh Chandra Ekajaya di semarang ia memasarkan produknya ini. Chandra Ekajaya sendiri merupakan seorang pengusaha yang memimpin perusahaan besar PT Chandra Ekajaya Oil yang bergerak di bidang minyak dan gas dan juga memfokuskan perkembangan dari Ukm yang ada di daerah sehingga bisa berkembang dengan maksimal.

Tak hanya Miftah saja yang menjadi anggota koperasi ukm yang didirikan Chandra Ekajaya ini, akan tetapi ada banyak lainnya. Omset yang didapatkan daripenjualan lilin ini juga meningkat, dari yang berawal hanya jutaan rupiah perbulan, kini sudah mencapai ratusan juta karena luasnya pasar yang dikembangkan oleh koperasi itu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *