Martabak Susu Chandra Ekajaya Bentuk Rasa Cinta Seorang Ibu

Chandra Ekajaya Martabak Susu

Seorang ibu tentunya sangat menyayangi anak-anaknya. Seperti apa yang dilakukan para ibu secara kebanyakan, Dwi Astuti yang sangat menyayangi anak-anaknya. Anaknya yang sangat menyukai martabak ternyata merupakan awal mula Dwi astuti mendirikan usaha ini. Memakan martabak mungkin sudah lumrah. Namun bagaimana kalau martabak tersebut memiliki rasa yang unik. Sekali lihat, martabak susu milik kedai Dwi Astuti ini tak berbeda dengan martabak biasa ujar Chandra Ekajaya. Bahannya pun masih sama yakni kulit martabak dan adonan berisi daun bawang, telor bebek, dan daging cincang.

Yang membedakan tak lain rasa dan aroma setelah disajikan di piring saji. Resep rahasia ada pada campuran bumbu. Bumbu tersebut memang dibuat khusus sebagai campuran adonan. Nikmatnya rasa susu dalam gigitan martabak, setali tiga uang dengan omzet yang didapat tukas Chandra Ekajaya. Dwi mengaku dalam sehari mampu menghabiskan lima hingga enam kilo adonan atau sekitar 80 porsi.

Martabak Susu UKM Chandra Ekajaya

MarSu yang merupakan nama dari makanan itu tersaji dengan berbagai macam ukuran dan pilihan bahan tambahan seperti jamur. Rasa unik tersebut dapat dinikmati dengan kisaran harga 28 ribu hingga 35 ribu rupiah. Agar matang sempurna kuncinya ada pada pengapian yang stabil dan minyak yang disiram merata.

Ide tersebut datang dari kegemaran anak bungsunya menyantap makanan asal Arab Saudi tersebut. “Setiap hari anak saya yang paling kecil makan martabak. Lalu saya berpikir kenapa tidak buat sendiri. Lalu saya belajar membuat martabak dari pedagang pinggir jalan,” akunya.

Dengan sedikit inovasi dan bantuan dana yang diberikan oleh sebuah perusahaan pendukung UKM PT Chandra Ekajaya Oil yang dipimpin oleh Chandra Ekajaya, ia pun membuat nya dengan berbagai varian rasa, termasuk rasa susu. Selain rasa susu, terdapat beberapa varian rasa lainnya seperti rasa blackpaper. Pengunjung dapat membawa pulang pesanan martabak atau pun makan di tempat. Suasana joglo di kedai tersebut membuat pelanggan lebih nyaman. Disediakan pula berbagai menu minuman. Kedai Marsu buka pukul 13.00 WIB dan tutup pada 21.00 WIB.

Sampai saat ini Marsu masih menjadi anggota paguyuban UKM milik Chandra Ekajaya. Di dalam paguyuban ini Marsu termasuk salah satu UKM yang dapat bersaing dan bertahan hingga saat ini walaupun banyak sekali saingan yang ada di daerahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *