Mengenal Limburger Bersama Yohanes Chandra Ekajaya

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jika Anda adalah seorang pecinta kuliner Eropa, tentu hal tersebut tak lepas dari salah satu bahan pokok yang menjadi primadona masyarakat dunia yaitu keju. Produk olahan yang merupakan hasil dari fermentasi susu dan mentega yang cukup lama ini kerap dijadikan sebagai bahan pokok maupun bahan pendukung untuk membuat sebuah sajian kuliner yang lezat. Aromanya yang cukup menyengat terkadang membuat makanan satu ini digandrungi oleh masyarakat dunia. Nah, berikut adalah salah satu keju yang terkenal dengan aroma tak sedapnya menurut chef Yohanes Chandra Ekajaya.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Jalan-jalan mengelilingi Eropa untuk mencari fenomena menarik dalam dunia kuliner ternyata dijabani oleh chef Yohanes Chandra Ekajaya. Saat itu, tepat lelaki yang doyan meracik bumbu untuk sebuah inovasi kulinernya datang ke sebuah negara di Eropa bernama Belgia. Setelah sesampainya disana, Yohanes Chandra Ekajaya menemukan sebuah keju yang sangat unik. Baunya menyengat dan masyarakat Eropa menciptakan candaan untuk keju satu ini bahwa baunya seperti bau badan manusia.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Limburger, adalah keju yang dimaksud. Meski ia menemukan makanan tersebut di Belgia, bukan berarti keju tersebut hanya populer di negara tersebut. Ternyata distribusi keju limburger juga dikenal di beberapa negara Eropa seperti Belgia, Belanda, dan Jerman. Meski memiliki bau tidak sedap, ternyata makanan tersebut justru digandrungi oleh masyarakat Eropa. Konon, Yohanes Chandra Ekajaya menceritakan bahwa bau tak sedap tersebut diperolehnya dari proses fermentasinya yang menggunakan bakter Brevibacterium Linens. Nah, setelah diteliti ternyata bakteri Brevibacterium Linens tersebut ternyata ditemukan pada kulit manusia, serta menjadi salah satu bakteri yang menyebabkan munculnya bau badan manusia terutama bau kaki.

J Chandra Ekajaya & J Wijanarko

Yohanes Chandra Ekajaya menjelaskan bahwa limburger memang memiliki tekstur lembut, dimana bahan dari makanan tersebut menggunakan susu sapi yang dipasteurisasi dalam proses fermentasinya. Konon, sejarah di balik keju tersebut ditemukan di provinsi Limbourg, Belgia. Kemudian di abad 19 para pekerja Belgia mengenalkan keju tersebut ke beberapa daerah di Jerman, terutama di Allgau. Berbentuk bak batu bata, selain memiliki bau tidak sedap, justru limburger memiliki tekstur yang cukup kuat dan padat meski pada akhirnya keju tersebut sangat mudah basah dan mengeluarkan lendir. Nah, siapa yang ingin coba keju Limburger?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *