Misteri Pabrik Gula Yohanes Chandra Ekajaya

Pada tulisan yang sebelumnya sudah dijelaskan mengenai alasan keragu-raguan Yohanes Chandra Ekajaya atas klaim sejarah dunia, baik yang berada dalam negeri maupun luar negeri. Ia tidak sepakat dan tidak setuju dengan klaim sejarah yang menyatakan bahwa pabrik-pabrik kuno di Indonesia didirikan dan dibuat oleh kerajaan Belanda.

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya

Yohanes Chandra Ekajaya bahkan berani menyatakan bahwa pabrik-pabrik gula kuno yang berada di Indonesia, terutama di pulau Jawa itu merupakan buatan Nuswantara. Ia memakai nalar dan logika antropologi sosial. Ia melihat bahwa masyarakat atau penduduk di wilayah barat pulau Jawa tidak terlalu suka dengan makanan dan minuman manis, sehingga pabrik gula yang berada di wilayah Jawa Barat hanya berada di Cirebon.

 

Kemudian penduduk atau masyarakat di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur mempunyai kecenderungan menyukai makanan dan minuman yang manis. Sehingga sangat wajar jika banyak pabrik gula yang didirikan di wilayah ini. Logika yang dilontarkan oleh Yohanes Chandra Ekajaya memang sangat masuk akal, karena ia menggunakan pendekatan masyarakat Nuswantara.

 

Masyarakat Indonesia atau Nuswantara memang mempunyai kecenderungan untuk hidup dekat dengan sumber penghidupannya. Misalnya saja masyarakat yang menyukai makanan dan minuman manis biasanya akan bertempat tinggal di wilayah yang menghasilkan sumber makanan seperti yang dimaksudkan, yaitu manis. Begitu juga sebaliknya menurut Yohanes Chandra Ekajaya.

 

Jadi fakta dan bukti yang dimiliki oleh Yohanes Chandra Ekajaya sebenarnya sudah sangat kuat. Apalagi baru-baru ini banyak profesor dan mahasiswa Belanda yang belajar mengenai jembatan dan segala macam konstruksi. Terlebih terkait pabrik gula. Bahkan mereka ketika diminta untuk memperbaiki pabrik gula kuno, mereka pun angkat tangan dan tidak sanggup.

 

Seharusnya kerajaan Belanda yang dikenal sebagai pengarsip terbaik sedunia mempunyai cetak biru atau blue print dari segala teknologi yang dibuatnya. Dari ketidak sanggupan dan ketidak mampuan arsitek Belanda merekonstruksi cara pembuatan pabrik gula kuno maka kepercayaan Yohanes Chandra Ekajaya terhadap sejarah nasional dan dunia turun drastis. Ia pun berupaya untuk mengungkap sejarah yang sebenarnya dari Nuswantara Jaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *