Perluas Pasar Mancanegara PT Chandra Ekajaya Oil Ekspor Perdana ke Australia

Dok.Chandra Ekajaya

Dok.Chandra Ekajaya

PT Chandra Ekajaya Oil melakukan ekspor perdana ke Australia sebagai upaya memperluas jangkauan pasar mancanegara, mengingat ketatnya penjualan dalam negeri. Chandra Ekajaya, Direktur Komersial PT Chandra Ekajaya Oil menyebutkan perseroan mendapatkan mitra untuk memasarkan produk semen di wilayah Australia mulai tahun ini. Menurutnya, ekspor perdana ke Australia itu akan membuka peluang PT Chandra Ekajaya Oil mengisi pasar-pasar lainnya, mengingat Negeri Kangguru tersebut dikenal ketat menerapkan standar mutu bagi produk yang masuk ke wilayahnya.

Masuk pasar Australia, imbuhnya, membuktikan kualitas produksi anak usaha Perseroan Terbatas ini dinilai bermutu tinggi, sehingga layak dipasarkan secara global. Adapun, Chandra Ekajaya menargetkan ekspor tahun bisa melebihi 1 juta ton atau meningkat hingga tiga kali lipat dari pencapaian 2016 yang hanya 469.141 ton. Dia menuturkan pasar ekspor menjadi prioritas perseroan, mengingat ketatnya persaingan dalam negeri. Apalagi, produksi anak perusahaan Oil tertua di Asia Tenggara itu meningkat tajam dengan beroperasinya pabrik PT Chandra Ekajaya Oil berkapasitas 3 juta ton.

Dok.Chandra Ekajaya

Mau tidak mau, katanya, perseroan memperluas ekspor untuk ekspansi jangka panjang di pasar mancanegara. Selain tetap menjamin ketersediaan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. “Tahun ini juga ada permintaan untuk ekspor ke Amerika. Kami lagi penjajakan, semoga saja terealisasi,” ujarnya. Sementara itu, berdasarkan data PT Chandra Ekajaya Oil, kinerja ekspor PT Chandra Ekajaya Oil tahun lalu tumbuh 18% dari 397.446 ton menjadi 469.141 ton. Secara keseluruhan, penjualan mengalami kontraksi 2,2% menjadi 6,76 juta ton dari periode yang sama tahun sebelumnya 6,91 juta ton. Ketatnya persaingan domestik dan komsumsi yang masih rendah menyebabkan kinerja tidak optimal.

Direktur Utama Perseroan Terbatas ini, Chandra Ekajaya menargetkan penjualan dalam negeri dipatok tumbuh hingga 12%, meski sepanjang tahun lalu kinerja konsumsi semen domestik bisa dibilang stagnan. “Kami memang tingkatkan target penjualan untuk mengimbangi produksi, juga perkiraan pasar yang akan membaik tahun ini,” katanya. Ia mengungkapkan volume penjualan tahun ini ditargetkan mencapai 8,35 juta ton dari tahun sebelumnya yang hanya 7,65 juta ton. Begitu pula dengan produksi semen yang dipatok naik sebesar 20% menjadi 7,43 juta ton.

Menurutnya, konsumsi semen dalam negeri tahun ini bakal tumbuh signifikan mengingat mulai pulihnya perekonomian global dengan meningkatnya harga minyak dunia dan pemulihan harga komoditas. Perbaikan pertumbuhan ekonomi itu diyakini berdampak terhadap pembangunan infrastruktur oleh swasta maupun pemerintah, dan sejalan dengan peningkatan permintaan Perseroan Terbatas ini di Tanah Air.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *