Tag Archives: pengusaha sukses

Ikan Wader Crispy Yang Tak Banyak Orang Tahu

ikan wader

Siti Rofiah merupakan salah satu pengusaha ikan wader asal Malang,Jawa Timur. Ia yang menggeluti profesinya sebagai produsen juga sekaligus penjual iwak wader sejak 9 tahun lalu itu, mengaku rajin mengikuti berbagai event. Baik di kawasan Malang hingga luar daerah, seperti Jawa Tengah. Hal itulah yang membuat Siti kerap mendapatkan reseller di setiap daerah yang menggelar kegiatan bazar atau pameran.

Ia melanjutkan bahwa kini resellernya mulai tersebar diberbagai kota. Di antaranya di Ambarawa Semarang, Malang, Tulungagung, Surabaya dan Banyuwangi. Dengan semakin bertambahnya reseller, Siti semakin semangat untuk ikut setiap ada event atau pameran di berbagai kota se Nusantara. Karena menurutnya, dengan ikut pameran berpindah-pindah ke berbagai kota sangat membantu pemasarannya. Tak hanya itu, produknya juga akan mudah dikenal orang di setiap daerah. Event yang rutin ia ikuti setiap tahunnya adalah di Malang, Surabaya, Salatiga, dan Banjarnegara.

ikan wader

”Karena kalau ikut pameran juga tidak butuh modal banyak. Karena kadang diajak oleh koperasi milik Pak Chandra Ekajaya, yang stand atau penginapannya digratiskan. Jadi ya hanya modal transportasi dan makan saja,” ungkapnya. Meski begitu, diakui Siti rekan seprofesinya jarang ada yang mau ikut pameran ke luar daerah Malang. Ibu dua putra ini kerap ikut pameran di berbagai kota dengan diantar sang suami menggunakan kendaraan pribadi, sehingga bisa lebih menghemat pengeluaran.

Bisnis olahan ikan wader”Nah keluhan teman-teman yang juga jualan iwak wader crispy seperti saya ini katanya berat di transportasi dan konsumsi jika harus ke luar kota beberapa hari. Selain itu juga menghambat waktu produksi,” terangnya. Kondisi serupa Siti siasati dengan melakukan produksi dalam jumlah yang lebih banyak, sebelum mengikuti event di berbagai kota yang berhari-hari itu. Dalam proses produksinya itu pun ia dibantu 5 karyawan yang juga merupakan rekannya di koperasi milik Chandra Ekajaya. Namun jika menjelang event dan banyak pesanan, ia juga kerap menambah karyawannya.

Dibuat crispy juga bertujuan agar produk ikan wader lebih tahan lama tanpa bahan pengawet. Siti menuturkan bumbu yang digunakan cukup sederhana, yaitu tepung, bawang dan garam. Sehingga mampu tahan hingga 6 bulan. Namun dari komentar para konsumen, rasa iwak wader milik Siti ini rasanya pas. Cocok untuk camilan maupun lauk.

Pengalaman Usaha Sablon Kaos

sablon kaos

Usaha sablon kaos merupakan sebuah usaha yang membutuhkan pengetahuan dan skill di bidang sablon. Bagi seorang pemula seperti Handoko warga Malang, jawa Timur ini mengatakan bahwa apapun usahanya asalkan bidang yang disukai dan didukung dengan semangat dan kerja keras Insya Allah akan baik hasilnya. Awalnya dulu Handoko membaca-baca seputar sablon baik dari buku, browsing di internet dan lain sebagainya. Setelah mendapat informasi dasar sablon ia mencoba sendiri, untuk membuat afdruk screen sablon.

Nah disitu ia merasa informasi dari membaca saja belumlah cukup, Handoko mencoba mencari info lain seperti dari video youtube untuk membuat afdruk screen. Handoko tidak putus asa dengan mencari informasi industri sablon di tempat ia tinggal yaitu Malang. Setelah mencari cari informasi akhirnya ia bertemu dengan seorang pegawai koperasi yang melayani dan membantu modal dan juga ilmu dalam bidang usaha di Malang.

Koperasi itu bernama Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group. Koperasi ini didirikan oleh Chandra Ekajaya yang juga merupakan seorang pengusaha. Dari beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh koperasi ini akhirnya ia bisa menemukan sebuah trik dan cara khusus agar berhasil dalam membuat afdruk screen sablon.

sablon kaos

Sehari ia di workshop sablon yang diarahkan oleh koperasi milk Chandra Ekajaya ini dan memperhatikan cara melakukan aktifitas sablon sambil bertanya-tanya. Nah dari situ ia mendapatkan tips dan trik yang sangat bermanfaat. Apa yang disampaikan dapat ia tangkap dengan baik dikarenakan ia telah banyak membaca-baca di internet, secara teori handoko paham tapi secara paktek saat itu masih nol.

Sepulang dari workshop sablon yang disarankan oleh koperasi milik Chandra Ekajaya itu, ia langsung mencoba dan hasilnya luar biasa, ia dapat membuat afdruk screen dengan baik hasilnya, Handoko sangat senang sekali. Handoko terus mencoba dan belajar, semakin lama semakin paham karakter alat dan bahan sablon.

Alhamdulillah sekarang ia sudah mempunyai usaha sablon kaos yang saya beri nama M Kaos Malang. Banyak manfaat yang ia dapat setelah mengikuti pelatihan dari koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini. Selain pelatihan, bantuan alat dan juga pemasaran mulai dibantu oleh koperasi itu.

Laundry Yang Menjanjikan Keuntungan

laundry

Penghasilan yang besar tenyata bukanlah jaminan untuk menentramkan hati, kejenuhan pun juga menghampiri Mhafud. Ia mengaku capek juga bekerja tiap hari pulang malam. Bahkan hari sabtu dan minggu tetap berangkat, karena ia harus meng handle beberapa bagian sekaligus. Dalam suatu kesempatan, Mahfud pun mengikuti pelatihan Young Entrepreneurship yang diadakan oleh Chandra Ekajaya melalui koperasi yang ia dirikan yaitu koperasi Chandra Jaya Bersinar Group. Tentu saja disini ia dikompor-kompori untuk segera resign dari pekerjaan dan mendirikan usaha sendiri.

Namun, di kelas Young Entrepreneurship ini ia juga menjadi orang yang cukup di favoritkan oleh teman-temannya. Mengingat Mahfud adalah seorang pegawai perusahan besar. Waktu pun terus berjalan, hingga Mahfud menikah. Dalam suatu kesempatan, ia melihat di daerahnya ada peluang untuk membuat usaha Laudry. Waktu itu usaha Laundry masih belum ada didaerahnya. Namun melihat banyak teman-temannya yang sibuk dan sebagian besar adalah warga pendatang, ia pun melihat hal itu sebagai suatu prospek.

laundry

Walhasil, tak disangka-sangka di hari pertama ia buka ada sekitar 100Kg cucian dari teman sekantornya. Karena belum berpengalaman, ia pun bingung untuk memanage cucian sebanyak itu. Akhirnya terjadi kesalahan-kesalahan dan ia pun menerima beberapa komplain dari teman-temannya. Sejak saat itu Mahfud mulai melakukan perbaikan-perbaikan dengan belajar pada orang yang lebih ahli.

Melihat bisnis Laundry nya semakin berkembang, nafsu serakah pun mulai menghinggapi Mahfud. Akhirnya ia hutang berkali-kali ke bank untuk membuka cabang dimana-mana. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah omsetnya tidak cukup untuk membayar cicilan hutangnya yang mencapai ratusan juta rupiah itu.

Akhirnya ia mendapat sebuah pencerahan untuk meminjam dana di koperasi tempat ia mengikuti pelatihan tersebut. Akhirnya ia meminjam dana di koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya itu. Disana ia banyak mendapat banyak keuntungan, karena dalam pengelolaan bisnisnya ini tak hanya dibantu dalam hal pendanaan saja.

Akan tetapi Mahfud juga dibantu oleh koperasi milik Chandra Ekajaya ini dalam bentuk penataan manajemen dan juga pengelolaan yang bagus. Alhasil hingga saat ini usaha laundry milik Mahfud sudah berkembang pesat dan juga mempunyai 10 cabang di daerahnya dengan tenaga orang-orang yang membutuhkan disekitarnya.

Ramuan Herbal Yang Perlu Diawasi Peredarannya

ramuan herbal

Papanaya yang merupakan sebuah obat herbal ini sudah lama diramu oleh orang-orang sebelum kita dahulu yaitu semasa lampau di era penjajahan. Obat alami ini memang berguna sebagai penggugur kandungan yang masih muda yaitu dibawah satu bulan karena pada zaman dahulu masa penjajahan banyak wanita yang dijual kepada pihak penjajah sebagai pemuas nafsu binatang mereka. Beberapa dari mereka bahkan ada yang hamil hingga melahirkan tanpa adanya seorang ayah.

ramuan herbal

Fungsi dan tujuan penciptaan obat ini hanyalah untuk memutus pola kelahiran tanpa adanya seorang ayah. Akan tetapi saat ini malah sebaliknya banyaknya para anak muda yang mengalami pergaulan bebas dan juga hubungan diluar nikah menyebabkan banyaknya angka kelahiran seorang anak diluar nikah dan tanpa ayah.

Chandra Ekajaya yang merupakan pemuda asli Wonosobo ini ternyata sudah dibekali ilmu secara turun-menurun oleh neneknya jaman dahulu melalui keluarganya sebagai seorang peramu obat herbal penggugur kandungan yang masih muda. Obat ini bernama Papanaya. Papanaya merupakan ramuan herbal tradisional yang masih dijaga keberadaanya oleh Chandra Ekajaya.

ramuan herbal

Ia sebenarnya bukan berniat untuk memberikan obat ini sebagai penggugur kandungan kepada orang-orang yang belum menikah,akan tetapi ia memasarkan obat ini guna para keluarga yang sudah menikah dan tanpa sengaja ketika berhubungan badan lupa memakai alat kontrasepsi atau kondom bocor yang ber efek kehamilan yang belum direncanakan.

Untuk beberapa keluarga yang mengalami hal itu maka ia memberikan ramuan herbal nya ini kepada para pasangan ini yang mengalami kehamilan dibawah satu bulan karena di usia ini janin masih belum diberikan sebuah nyawa sehingga masih boleh untuk emnggugurkan kehamilan tanpa rencana tersebut.

Obat yang berasal dari ramuan alami ini sebagian besar terdiri dari Pepaya untuk bahan bakunya dan juga rumput-rumput serta tanaman lain yang diramu jadi satu hingga menjadi sebuah ramuan tradisional Papanaya ini. Dalam pengemasannya Chandra Ekajaya menggunakan plastik dengan aluminium foil dalam bentuk sachet dan bubuk agar mudah dalam memberikannya kepada para pasien dan selain itu ia tidak menjualnya secara bebas agar ia dapat mengawasi penggunaan obat ini.

Cacing Sutra Yang Menguntungkan

cacing sutra

Cacing meruapakan hewan yang banyak manfaatnya. Selain sebagai obat dan penyubur tanah ternyata cacing juga menjadi pakan. Peluang bisnis budidaya cacing sutra kian terbuka seiring maraknya budidaya ikan air tawar. Cacing sutra merupakan salah satu pakan favorit ikan, terutama ikan air tawar. Cacing ini memiliki kandungan gizi dan protein tinggi, sehingga mampu mempercepat pertumbuhan ikan. Salah seorang pebudidaya cacing sutra adalah Rizaldi asal Yogyakarta. Ia sudah membudidayakan cacing sutra sejak tahun 2009. “Budidaya cacing sutra masih menggiurkan karena banyak permintaan dari para pebudidaya ikan,” ujarnya.

cacing sutra

Rizal memiliki lima kolam budidaya cacing sutra. Masing-masing kolam memiliki ukuran 3 meter (m) x 3 m. Dalam sebulan, ia bisa memanen cacing sutra sebanyak dua kali. Setiap panen bisa menghasilkan 180 liter hingga 300 liter cacing sutra. Cacing tersebut dijual seharga Rp 45.000 per liter. Namun, kadang harga bisa di bawah itu, tergantung harga pasar. “Harga cacing ini memang fluktuatif,” ujarnya. Rizal bisa meraup omzet sekitar Rp 15 juta per bulan. Sebagian besar pelanggannya berasal dari daerah Yogyakarta dan sekitarnya. Menurut Aris, sebagian besar konsumennya merupakan para pebudidaya ikan air tawar. Kadang, ia juga kerap mendapatkan pesanan dari pemasok pakan ikan. Tapi, jumlahnya tidak setinggi permintaan dari para pebudidaya ikan.

 

Dalam pemasarannya sendiri ia melakukan penitipan barang dagangannya kepada toko-toko kios pakan hewan atau ke toko-toko penjual ikan hias yang ada di Yogyakarta dan sekitarnya. Dalam sekali mengirimkan cacing-cacingnya ini ia tak bisa menutupi semua pesanan yang cukup banyak. Hingga ia bergabung dengan sebuah kelompok agribisnis milik pengusaha Chandra Ekajaya yang akhirnya di dalamnya ia diamanati untuk mendirikan paguyuban peternak cacing bantul.

Di dalam paguyuban itu Chandra Ekajaya tidak ikut mengurusi dalam hal budidaya karena memang keahliannya hanyalah di bidang agribisnis saja. Akan tetapi ia membantu dalam proses manajemen dan juga pemasaran agar pasar cacing sutra bisa lebih luas dan menjangkau ke berbagai daerah terutama di Jawa tengah dan sekitarnya.

Burung Merpati Jacobin Terlihat Gagah dan Elegan

Merpati jacobin

Burung merpati sudah dimanfaatkan manusia sejak zaman dahulu. Ada berbagai macam jenis, dari pedaging, pos, balap dan juga hias. Merpati jenis hias ini merupakan merpati yang unik dan indah bentuknya. Bagaimana tidak, bulu-bulunya yang ada di leher merpati ini berumbai indah, seperti seorang model yang tengah tampil membawakan fashion terkini. Merpati hias yang dijuluki Jacobin ini, memang menjadi alternative pilihan bagi pecinta burung hias. Keunikan burung ini banyak diburu oleh para kolektor merpati hias. Bahkan, kepemilikan burung Jacobin juga menjadi pendongkrak prestisius sang pemilik. Sama seperti burung dara lainnya, Jacobin ini juga cukup mudah dalam hal perawatan hingga budidayanya. Peminat burung ini pun dari hari ke hari makin bertambah. Hal inilah yang membuat prospek bisnis budidaya burung merpati hias, jenis Jacobin ini cukup bagus.

Merpati jacobin

Bambang Setiaji yang merupakan salah satu peternak burung ini sangatlah merasakan bagaimana suka dukanya. Memang untuk merpati jenis ini harganya cenderung stabil karena peminatnya juga banyak. Jacobin sangat cocok dibudidakan di Indonesia, karena merpati hias ini termasuk mudah dalam perawatan. Untuk pakan, Bambang biasanya hanya memberikan jagung dan karak, sesekali diselingi beras merah. Dan, yang paling penting selalu disediakan air bersih untuk minum di kandang yang diganti setiap hari. Agar telurnya selalu berhasil dalam penetasan, jangan memberikan bekam atau jerami di rumah-rumahan Jacobin tempat dia bertelur, melainkan dikasih pasir kering. Pasir ini juga kadang sebagai pakan burung dalam membantu proses pencernaan.

Salah seorang penghobi burung hias, Chandra Ekajaya merupakan orang yang sering mengambil bakalan burung atau merpati jacobin muda ini dari tempat Bambang. Chandra Ekajaya sebenarnya tidak begitu minat dengan burung merpati tetapi karena suatu hari ketika ia bermain ke kandang milik Bambang ia tertarik dengan bentuk yang unik dari merpati jacobin ini.

Merpati jacobin

Untuk fungsi sendiri, Chandra Ekajaya meletakkan burung dara jenis ini di tengah kebunnya dengan kandang yang luas agar enak untuk dinikmati ketika ia sedang bekerja di kebunnya yang luas. Bambang sendiri kadang masih mengimport jenis burung ini dari negara asalnya karena untuk beberapa varian dari burung ini masih belum dikembangkan di Indonesia.

Tahu Ikan, Inovasi Tahu Bahan Tambahan Ikan

tahu ikan

Kualitas air memang sangat berpengaruh pada lingkungan industri, terutama industri makanan. Dengan memanfaatkan kualitas air di kampung halamannya yang memiliki kandungan mineral sangat tinggi, di tahun 2011 Chandra Ekajaya mencoba merintis usaha tahu rumahan setelah mengetahui jumlah konsumsi tahu dan tempe di daerahnya cukup tinggi selain olahan laut.

Tak tanggung-tanggung, untuk membesarkan usaha tahu yang Ia beri nama “Tahu Ikan” ini, Chandra Ekajaya sengaja mendatangkan sebagian besar pengrajin tahu dari Bandung. Namun bukan itu saja langkah yang diambil Chandra Ekajaya untuk membesarkan usaha tahu, ia juga memberikana kesempatan kerja bagi masyarakat lokal sehingga kolaborasi antara warga sekitar dan tenaga ahli yang ia datangkan dari Bandung bisa menghasilkan tahu alami yang tidak hanya lezat tetapi juga sehat dan berkualitas.

tahu ikan

Saat ini Tahu Ikan tidak hanya memproduksi satu jenis tahu, untuk memenuhi permintaan pasar ia mulai menambah varian produk seperti tahu bola ikan, tahu krispi ikan,nugget tahu ikan, tahu pong ikan dan tahu magel ikan. Selama ini Chandra Ekajaya menggunakan bahan-bahan alami, termasuk pewarnaan dengan kunyit dan daging ikan asli sehingga Tahu Ikan tergolong tahu alami. Terkait dengan pemasaran, Suryo mengatakan bahwa sekarang ini Tahu Sari memperkuat pasar di level dua. Artinya harga tahu masih masuk di kalangan konsumsi banyak orang namun dikemas dengan cara yang higienis dan dilengkapi dengan sertifikat halal dari MUI serta ijin resmi dari Dinas Kesehatan setempat.

“Kami mengirimkan produk kami ke pasar-pasar tradisional, dimana kita sebut sebagai agen kami. Kedepan kami sedang mengembangkan project pemasaran baru, door to door yaitu dari pabrik langsung ke end user atau ke konsumen sehingga lebih efisien,” tambahnya.

Ia juga memberikan kesempatan bagi warga yang ingin berjualan Tahu Ikan, ia memberikan seragam dan Bronjong (kanvas) untuk memasarkan Tahu Ikan di areal mereka dari pintu ke pintu. Termasuk bagi para pedagang sayur keliling, masyarakat yang ingin menjadi agen juga dipersilahkan untuk mengelola pedagang eceran, karena pada prinsipnya Chandra Ekajaya ingin setiap mitra usahanya bisa tumbuh bersama untuk mendapatkan tambahan penghasilan di bawah bendera yang sama yaitu PT Ocean Sea Nutrition.

Lilin Aromaterapi Dengan Bentuk Yang Lucu

lilin aromaterapi

Lilin yang merupakan alat penerangan jaman dahulu ini ternyata mempunyai pasar yang bagus, terutama lilin aromaterapi yang saat ini banyak diminati untuk menambah kesan nyaman ketika membakarnya. Banyak penduduk yang tertarik menggeluti dan berkecimpung mengais rezeki dari usaha lilin hias dengan aroma wangi, mengharap nyala bisnis dari usaha ini. Namun sayang tak semuanya bisa langgeng, karena sebagian besar perajin lilin hias di Semarang jawa Tengah ini mengalami kerugian akbiat bahan baku yang lmauan mahal.

lilin aromaterapi

Namun tidak demikian dengan Miftah, pemilik usaha Lilin Aromaterapi ini tetap bertahan memproduksi beraneka jenis lilin hias sejak tahun 2000 di wilayah Semarang, Jawa Tengah ini. Bisnis lilin hias aromaterapi ini dirintis ketika Miftah baru berusia 20 tahun. Kala itu ia terinspirasi memulai usaha setelah mengenal beberapa orang wisatawan asing yang sangat berminat dengan berbagai kreasi cantik lilin hias Semarang.

“Usaha ini bermodalkan Rp 10 juta. Sebagian besar untuk membeli bahan baku, karena harus didatangkan dari luar Semarang,” kata Miftah.

Setelah bahan baku didapatkan, maka berbagai kreasi lilin pun diciptakan. Jenis-jenis lilin hias yang Ia produksi seperti bunga kamboja, mawar, teratai, atau kembang sepatu. Aroma lilin pun bervariasi, mulai dari buah-buahan seperti stroberi, apel, dan citrus, sampai aroma bunga-bungaan (mawar, lavender, hingga melati), termasuk wangi rempah-rempahan seperti cinnamon, cedarwood, sandalwood, atau wangi rumput alang-alang yang menyegarkan. Semua lilin hias ini dikemas cantik dan siap dipasarkan ke konsumen.

Dengan sebuah koperasi usaha yang dimiliki oleh Chandra Ekajaya di semarang ia memasarkan produknya ini. Chandra Ekajaya sendiri merupakan seorang pengusaha yang memimpin perusahaan besar PT Chandra Ekajaya Oil yang bergerak di bidang minyak dan gas dan juga memfokuskan perkembangan dari Ukm yang ada di daerah sehingga bisa berkembang dengan maksimal.

Tak hanya Miftah saja yang menjadi anggota koperasi ukm yang didirikan Chandra Ekajaya ini, akan tetapi ada banyak lainnya. Omset yang didapatkan daripenjualan lilin ini juga meningkat, dari yang berawal hanya jutaan rupiah perbulan, kini sudah mencapai ratusan juta karena luasnya pasar yang dikembangkan oleh koperasi itu.

 

Udang Tambak, Potensi Usaha Ekspor

udang

Udang merupakan jenis hewan yang hidup di air, terutama di sungai, laut, atau danau. Udang bisa ditemukan di hampir semua genangan air yang berukuran besar di air tawar, air payau, maupun air asin pada kedalaman bervariasi, dari dekat permukaan hingga beberapa ribu meter di bawah permukaan. Dalam proses budidaya nya, petak tambak untuk budidaya yang baik harus memiliki karakter kedap air dan dapat membuang limbah secara efisien. Karakteristik yang ke dua dapat terpenuhi apabila kotoran yang ada di dalam tambak terkonsentrasi di dekat saluran pembuangan harian. Tambak intensif menghasilkan limbah berupa sisa pakan dan bahan kimia yang mencemari perairan. Inilah yang menjadi penyebab gagalnya budidaya di tambak. Bagi petambak dengan kemampuan dana terbatas seperti Chandra Ekajaya, kegagalan tambak intensif sangat memberatkan. Biaya yang telah dikeluarkan sangat besar. Menjadi bangkrut dan kehilangan tambaknya sudah sangat biasa dialami olehnya. Namun jika berhasil, kerugian pada musim yang lalu bisa ditutupi.

Dengan kegagalan panen nya kali ini, ia menghadapi dilema. Dia harus memilih antara meneruskan usaha tambak intensif yang beresiko, namun keuntungannya lebih besar atau kembali ke tambak tradisional yang lebih aman, walaupun keuntungan tidak sebesar tambak intensif. Kebimbangan nya dalam menentukan pilihan mewakili perasaan yang sama dihadapi petani tambak di wilayah tersebut. Dilema antara tambak intensif dan tradisional adalah pilihan antara dua pola tambak yang saling bertolak belakang. Satu sisi, tambak intensif menjanjikan keuntungan yang besar. Namun pencemaran perairan oleh limbah tambak hanya menjanjikan keberhasilan dalam jangka pendek. Pada sisi yang lain, tambak tradisional tanpa input, menjanjikan keberlanjutan dalam jangka panjang dan resiko kegagalan lebih kecil. Hanya saja penghasilan yang diterima tidak sebesar tambak intensif.

udang

Semakin banyak tambak intensif di suatu wilayah, maka limbah pakan yang terbuang dan bahan kimia semakin besar. Lebih dari setengah pakan yang ditebar ditambak, tidak dikonsumsi oleh udang. Pakan ini akan membusuk didasar perairan dan mencemari perairan saat pergantian air. Berat pakan yang diberikan pada tambak intensif lebih berat dibandingkan hasil panen udang hingga 1,5 kali. Bagi Chandra Ekajaya, memilih tambak tradisional di tengah tambak intensif akan sulit. Antara tambak yang satu dengan yang lain saling terhubung. Setiap tambak mengambil air sungai dan laut yang sama, dan mengalirkan limbah ke sungai yang sama. Jika satu tambak terkena penyakit udang, maka yang lain juga tidak luput. “Karenanya jika ingin menerapkan tambak tradisional, maka yang lain juga harus ikut,” katanya.

Beruntung bagi nya, kebanyakan petani tambak di desanya berpikiran sama, yaitu ingin kembali ke pola tambak tradisional. Sejumlah petani sudah mulai mengembangkan cara tambak tradisi lama dengan inovasi baru. Pakan udang dikembangkan dari alam, yakni algae dan plankton. Pupuk juga digunakan dari sisa kotoran hewan, sehingga model tambak ini disebut juga tambak organik. Kabupaten Kendal , Jawa Tengah merupakan area pembudidaya udang dalam tambak. Di Kendal terdapat banyak sekali petani udang, sebagian besar sekarang menggunakan sistem tambak tradisioanal dan sebagian lagi menggunakan sistem tambak semi-intensif. Sebagian hasil tambak di daerah ini dikirim ke berbagai daerah di pulau Jawa dan sebagian lagi digunakan untuk ekspor ke beberapa negara.

Di Kendal sendiri, Chandra Ekajaya mempunyai peranan penting dalam pengembangan budidaya udang di tambak. Ia menjadi salah satu orang yang berpengaruh dalam distribusi nya ke berbagai daerah dan juga ekspor. Sebagai perintis budidaya udang dalam tambak, ia dulu tentu mengalami banyak masalah dalam hal distribusi hewan air satu ini. akan tetapi karena kepiawaiannya dalam melihat sebuah peluang dan potensi budidaya hewan air tersebut dalam tambak maka ia mulai mengakses beberapa bantuan ke lembaga pemerintahan untuk memperluas lokasi tambak miliknya. Awalnya, warga di sekitar lingkungannya bukanlah petani tambak melainkan petani kacang dan ketela. Demi keinginannya untuk mengangkat derajat dan taraf hidup masyarakat di sekitarnya maka ia mengusahakannya dengan tambak hewan crustacea ini.

Sistem yang dijalankan oleh Chandra Ekajaya ialah sistem plasma, yaitu memberikan modal untuk membeli bibit dan membuatkan tambak dan nantinya hasil dari tambak tersebut harus didistribusi melalui dirinya. Untuk mewadahi proses bisnis tersebut ia mendirikan sebuah paguyuban yang berbadan hukum dalam bentuk CV yaitu CV Chandra Udang Berjaya. Di dalam paguyuban ini semua proses budidaya dilakukan secara total oleh masyarakat dan sistem distribusi nya dilaksanakan oleh Chandra Ekajaya Sendiri. Dengan sistem ini dirinya mengklaim bahwa semua petani tambak yang ada di daerahnya tidak akan dirugikan dan tidak akan merasa takut udangnya tidak akan laku. Hampir setiap seminggu sekali eksportir selalu datang ke desa itu, mereka mengambil hasil tambak yang ada untuk diekspor ke beberapa negara.

udang

Sedangkan untuk pendistribusian ke beberapa daerah di pulau jawa dilakukan secara mandiri dengan mengantar langsung atau diambil oleh pelanggan sendiri. Dari setiap keuntungan yang didapat dari hasil penjualan, Chandra Ekajaya hanya mengambil 20 persen dari keuntungannya saja dan sisanya diberikan kepada para penambak secara utuh. Saat ini pengusaha satu ini sedang mengembangkan produk baru yang masih berhubungan dengan udang, yaitu dalam bentuk kalengan, dengan metode pengalengan ini, udang akan lebih awet dan bisa bertahan beberapa bulan lebih lama. Selain udang mentah kalengan ada juga udang kaleng yang sudah dalam bentuk makanan seperti udang asam-manis kaleng, udang saus tiram dan udang saus spesial.

Untuk udang kaleng yang sudah dalam bentuk olahan ini tentunya sangat memudahkan para penikmat udang yang malas untuk mengolahnya lagi. Karena udang olahan dalam kaleng ini cukup mudah dalam menyajikannya, yaitu hanya dengan sedikit memanasi udang olahan tersebut dan menyajikannya sebagai hidangan. Untuk ijin sendiri ia sudah mengurusnya ke BPOM dan sudah mendapatkan legalisasi untuk makanan tersebut. Udang olahan kaleng ini ternyata juga mempunyai banyak peminat. Proses distribusinya juga tidak kalah dengan udang segar yang sudah diekspor sampai ke Eropa.

Untuk saat ini omset yang didapatkan oleh pengusaha sukses ini sudah mencapai nilai ratusan juta rupiah. Begitu juga dengan para penambak yang ada disekitarnya. Mereka juga dapat menikmati hasil dari budidaya mereka tanpa ada kerugian yang berarti. Saat ini Kendal merupakan salah satu kota yang menjadi percontohan bagi kota-kota lain yang sedang mengembangkan potensi tambak. Hampir tiap hari Chandra Ekajaya selalu mengisi materi tentang budidaya udang di tambak baik di dalam seminar yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun saat mengisi materi di kampus-kampus yang berjurusan peternakan. Semua materi yang diberikan oleh nya merupakan cara meng efisienkan lahan tambak yang ada dan mencoba untuk mengolah nya menjadi sebuah produk baru yang bernilai jual tinggi.