Tag Archives: pengusaha

Obligator Terus Dikejar

Melalui kementerian keuangan, Sri Mulyani selaku menteri sangat menginginkan para obligator yang mendapatkan bantuan likuiditas bank Indonesia tetap dikejar hingga ke liang kubur. Walaupun keberadaan para obligator yang masih mempunyai kewajiban tersebut tidak diketahui dimana rimbanya, tetapi menteri keuangan ini sangat ingin mereka ditangkap dan diadili sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya, hal ini mempunyai sangkut paut dengan pengusaha yang merupakan pemilik bank-bank yang bersangkutan dan menerima dana talangan tersebut. Menurut wanita ini, para obligator tersebut belum memenuhi kewajibannya. Terlebih setelah itu ada perjanjian antara pemerintah dengan para pengusaha, tetapi mereka belum membayar atau memenuhi beberapa kewajiban yang sudah menjadi kesepakatan bersama, maka dari itu mereka harus dikejar. Dana yang sudah dikucurkan oleh pemerintah, harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Maka dari itu, para pengusaha yang kabur ini harus bertanggungjawab terhadap dana yang sudah diberikan sebelumnya. Hal ini juga termasuk pengembalian dana dan bunga yang menyertainya. Sebab kejadiannya sudah sangat lama.

Obligator Terus Dikejar

Kejadian ini sudah belangsung 20 tahun yang lalu, tepatnya tahun 1997. Banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa krisis ekonomi dunia pada tahun itu disebabkan oleh 100 lebih obligator dari Indonesia. Pengusaha Chandra Ekajaya adalah salah satu saksi sejarah yang menyaksikan bagaimana mereka merusak perekonomian dunia melalui negara Indonesia. Sebab, secara hukum internasional, apa yang sudah mereka lakukan memang merugikan banyak negara, tetapi polisi internasional pun tidak mampu menjangkau mereka, sebab tidak ada hukum yang bisa menjangkau mereka saat itu. Maka dari itu, saat pemerintahan Gus Dur, beliau memberi instruksi kepada adiknya untuk menagih uang-uang yang ada di beberapa orang dengan tujuan menyelamatkan perekonomian bangsa Indonesia. Cara model premanlah yang digunakan oleh pemerintahan ini. Alhasil, bangsa dan negara ini bisa selamat hingga sekarang. Kemudian, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa di era pemerintahan Jokowi, beliau senang bahwa para obligator tersebut akan dikejar dan dimintai pertanggungjawabannya. Bila hal ini bisa dilakukan, maka sudah jelas Indonesia akan bangkit menjadi negara besar dan mercusuarnya dunia.

Kartun Jadi Agen Promosi

Anak-anak masa sekarang sudah memiliki hasrat untuk tampil modis mengenakan jam tangan. Mereka punya selera tersendiri sebelum membeli jam. Sebab, pangsa pasarnya sudah jelas, tentu pengusaha menyediakan jam tangan khusus untuk anak-anak. Selain itu, anak-anak mudah sekali tertarik dengan desain-desain karakter kartun yang mereka idolakan. Salah satu karyawan toko jam tangan di salah satu swalayan Malang, Devi Putrawangi, mengatakan, penjualan jam tangan khusus anak-anak memiliki pasar tersendiri yang bisa dibilang bagus. Sebab, pada dasarnya anak-anak mudah tertarik ketika melihat barang yang menarik. Menurutnya ada 50 jam tangan terjual dalam sebulan. Selain itu, tambah dia, banyak sekali pilihan model karakter kartun yang dibuat khusus pada jam tangan tersebut. Tentu, karakter kartun sangat menarik perhatian bagi anak-anak. Namun, tak hanya karakter kartun saja, tetapi juga kombinasi warna-warna terang dan kalem. Jam tangan dengan karakter kartun yang dijual banyak sekali dan merupakan yang paling laris.

Kartun Jadi Agen Promosi 2

Kartun lama seperti Doraemon atau Hello Kitty atau kartu baru seperti Moana atau Frozen adalah yang paling laris. Anak-anak memiliki selera masing-masing, terkadang meminta dibelikan untuk dikoleksi. Ada yang beli untuk dikoleksi, karena mereka belum bisa membaca jarum jam. Chandra Ekajaya mengungkapkan hal yang senada. Bahkan di toko jam tangan di Jalan Mataram, menurutnya, jam tangan khusus anak-anak memang pangsa pasarnya jelas dan pasti. Kebanyakan anak-anak yang mampir di toko tersebut langsung tertarik. Selain tertarik pada karakter katun yang diminati, beberapa jam tangan juga difasilitasi lampu yang mampu kelap-kelip. Maka tidak mengherankan dalam sebulan, toko tersebut mampu menjual jam tangan anak-anak sedikitnya 45 buah. Para orang tua juga senang membelikan anaknya jam agar lebih tampail menarik. Orang tua pun membelikan dengan sesuka hati, sekaligus mengajari anak-anaknya membaca jarum jam. Pengusaha Chandra Ekajaya menilai ada faktor kartun di sini yang menjadi alat atau media promosi secara gratis. Maka kartun-kartun yang ditonton atau dibaca oleh anak-anak harus dikembangkan lagi untuk meningkatkan pendapatan pedagang.

 

Ikan Wader Crispy Yang Tak Banyak Orang Tahu

ikan wader

Siti Rofiah merupakan salah satu pengusaha ikan wader asal Malang,Jawa Timur. Ia yang menggeluti profesinya sebagai produsen juga sekaligus penjual iwak wader sejak 9 tahun lalu itu, mengaku rajin mengikuti berbagai event. Baik di kawasan Malang hingga luar daerah, seperti Jawa Tengah. Hal itulah yang membuat Siti kerap mendapatkan reseller di setiap daerah yang menggelar kegiatan bazar atau pameran.

Ia melanjutkan bahwa kini resellernya mulai tersebar diberbagai kota. Di antaranya di Ambarawa Semarang, Malang, Tulungagung, Surabaya dan Banyuwangi. Dengan semakin bertambahnya reseller, Siti semakin semangat untuk ikut setiap ada event atau pameran di berbagai kota se Nusantara. Karena menurutnya, dengan ikut pameran berpindah-pindah ke berbagai kota sangat membantu pemasarannya. Tak hanya itu, produknya juga akan mudah dikenal orang di setiap daerah. Event yang rutin ia ikuti setiap tahunnya adalah di Malang, Surabaya, Salatiga, dan Banjarnegara.

ikan wader

”Karena kalau ikut pameran juga tidak butuh modal banyak. Karena kadang diajak oleh koperasi milik Pak Chandra Ekajaya, yang stand atau penginapannya digratiskan. Jadi ya hanya modal transportasi dan makan saja,” ungkapnya. Meski begitu, diakui Siti rekan seprofesinya jarang ada yang mau ikut pameran ke luar daerah Malang. Ibu dua putra ini kerap ikut pameran di berbagai kota dengan diantar sang suami menggunakan kendaraan pribadi, sehingga bisa lebih menghemat pengeluaran.

Bisnis olahan ikan wader”Nah keluhan teman-teman yang juga jualan iwak wader crispy seperti saya ini katanya berat di transportasi dan konsumsi jika harus ke luar kota beberapa hari. Selain itu juga menghambat waktu produksi,” terangnya. Kondisi serupa Siti siasati dengan melakukan produksi dalam jumlah yang lebih banyak, sebelum mengikuti event di berbagai kota yang berhari-hari itu. Dalam proses produksinya itu pun ia dibantu 5 karyawan yang juga merupakan rekannya di koperasi milik Chandra Ekajaya. Namun jika menjelang event dan banyak pesanan, ia juga kerap menambah karyawannya.

Dibuat crispy juga bertujuan agar produk ikan wader lebih tahan lama tanpa bahan pengawet. Siti menuturkan bumbu yang digunakan cukup sederhana, yaitu tepung, bawang dan garam. Sehingga mampu tahan hingga 6 bulan. Namun dari komentar para konsumen, rasa iwak wader milik Siti ini rasanya pas. Cocok untuk camilan maupun lauk.

Pedas Loyang Pisang Mini Gugah Selera

Di pulau Jawa ini, khususnya di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, segala macam kuliner pasti ada. Apalagi untuk camilan, jenis ini yang paling banyak varian dan kreasinya. Masyarakat urban di kota ini memang terkenal dengan keanekaragaman kulinernya. Mulai dari camilan khas betawi, seperti kethoprak, kerak telor, roti buaya, lalu camilan khas sunda, misalnya cireng, cilok, dan cimol. Ada juga camilan dari jawa, seperti kuping gajah, dan masih banyak lagi. Beberapa camilan yang disebutkan tadi merupakan camilan zaman dahulu, sedangkan camilan masa kini dari segi namapun sudah menyesuaikan zaman. Misalnya saja makaroni ngehe, lumpia raksasa, cilok muncrat, dan sebagainya. Tetapi yang paling terkenal adalah Loyang Pisang Mini. Camilan ini dikeluarkan pada awal tahun 2017. Sambutannya sungguh luar biasa. Masyarakat merespon dan menyambutnya secara positif. Apalagi produk ini menggunakan jasa endorsment para artis dunia maya dan artis tanah air. Maka sudah pasti laris dan menjadi camilan utama warga Jakarta.

Pedas Loyang Pisang Mini Gugah Selera 2

Pemilik saham terbesar Loyang Pisang Mini, Chandra Ekajaya mengatakan bahwa rasa yang paling disenangi oleh penduduk Indonesia adalah rasa pedas. Dengan mengakomodasi rasa pedas itu, maka pengusaha muda ini yakin penduduk Indonesia secara luas akan semakin senang dengan produk ini. Rasa pedas yang diramu dan diracik dengan Loyang Pisang Mini dapat menggugah selera. Konsep seperti ini merupakan hal unik dan tidak biasa bagi masyarakat awam. Maka dari itu masyarakat justru sangat senang dengan produk-produk semacam ini. Bahkan sudah muncul banyak reseller yang menjajakan camilan ini. Para sales pun enggan ketinggalan mendapatkan keuntungan. Menurut keterangan pengusaha Chandra Ekajaya, mereka senang dengan variasi dan kreasi camilan ini. Di setiap ada keramaian pasti ada produk ini. Bahkan penjualan melalui daring pun juga dilakukan. Sehingga angka penjualannya sangat optimal dan maksimal. Untuk bulan puasa, mereka akan menyediakan Loyang Pisang Mini dengan rasa kolak. Sehingga nuansa khas puasa dan bulan ramadhan bisa dinikmati meski hanya dengan menikmati produk camilan ini.

Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Setiap pengusaha pasti mempunyai strategi dan taktik untuk memasarkan produk-produknya. Apalagi dunia usaha saat ini sedang dalam persaingan yang sangat ketat. Maka diperlukan kreativitas dan inovasi dalam melakukan pemasaran serta penjualan. Di kabupaten Bojonegoro, saat ini anak-anak mudanya sedang gandrung dengan sepatu roda. Melihat peluang dimana sepatu roda sedang menjadi tren di kalangan remaja dan pemuda, maka para pebisnis di kabupaten ini sedang menggiatkan promosi terkait sepatu roda. Fenomena yang muncul adalah mulai banyaknya komunitas sepatu roda yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten. Banyak para pedagang yang menggelar dagangannya di alun-alun kabupaten. Tentu saja para pedagang ini mendapatkan pasokan barangnya dari para pengusaha sepatu roda. Para pedagang biasanya dapat menjual 15 pasang sepatu roda dalam sebulan. Mereka ini selalu menggaet komunitas supaya penjualan sepatu rodanya meningkat. Dari komunitas-komunitas inilah sepatu roda milik para pedagang kemudian diburu dan laku dibeli oleh para konsumen. Para pedagang menyebut cara ini sangat efektif.

Gaet Komunitas Dongkrak Penjualan

Saat ditanya lebih jauh, darimana para pedagang memperoleh cara tersebut, mereka mengatakan bahwa ide dan gagasan mengenai teknik penjualan yang menggaet komunitas berasal dari ide pengusaha Chandra Ekajaya. Beliau merupakan pebisnis senior yang sudah malang-melintang di kabupaten ini. Pebisnis inilah yang menyuplai sepatu roda kepada para pedagang yang berjualan di alum-alun. Sistem yang ditawarkan kan pun sangat ringan. Bukan sistem beli putus, melainkan sistem sharing profit. Sehingga para pedagang mampu mendapatkan hasil yang lumayan. Chandra Ekajaya memberikan penjelasan bahwa sistem menggaet komunitas merupakan sistem marketing yang paling terbaru. Biasanya sistem ini digunakan oleh produk rokok. Sebab dengan menggaet komunitas, dalam arti memfasilitasi atau sekadar mendukung kegiatan mereka sama saja dengan mendapatkan konsumen baru. Bahkan para konsumen ini nantinya akan beralih menjadi pelanggan. Apalagi para pedagang ini menyarankan untuk membentuk sistem kaderisasi dalam komunitas. Maka secara tak langsung jumlah konsumen akan stabil atau bahkan lebih tinggi. Sebab terjadi regenerasi yang terus-menerus dan tak pernah putus.

Industri Kopi Kekurangan Alat

Industri Kopi Kekurangan Alat

Para pelaku usaha yang bergerak di sektor industri kopi sangat senang dengan keadaan pasar saat ini. Permintaan kopi selalu menduduki peringkat yang tinggi. Terutama di wilayah industri hilir, kopi menjadi komoditas utama. Hal ini sedang terjadi di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara. Pebisnis yang paling merasakan dampak dari meningkatnya indsutri ini adalah para pengusaha roasting. Ini menjadi kendala tersendiri di beberapa wilayah Sumatera. Padahal di beberapa kota besar, para petani ataupun pengusaha bahan baku sedang gencar-gencarnya mempromosikan kopi-kopi asli pulau Sumatera. Meskipun dalam peroastingan para petani menghadapi banyak kendala, tetapi para pelaku usaha tetap semangat dan optimis dalam mengembangkan industri hilir di ranah perkebunan kopi. Hal ini mereka lakukan karena mereka percaya dan yakin bahwa produk kopi mereka mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya di wilayah Indonesia maupun luar negeri. Apalagi pemerintah daerah juga sangat mendukung pertanian dan perkebunan kopi supaya bisa menjadi komoditas utama daerah.

Industri Kopi Kekurangan Alat 2

Optimisme dan semangat merupakan modal utama yang harus terus dipupuk. Karena dengan rasa percaya dan yakin, maka seluruh kendala dan hambatan pasti dapat diatasi. Industri hulu dan hilir dari kopi daerah pasti akan terus berkembang. Para pengusaha ini berkonsultasi kepada Chandra Ekajaya selaku pengusaha senior supaya dapat memberi solusi. Pebisnis senior ini mengatakan bahwa alangkah baiknya jika pemerintah dan pengusaha mayor merangkul dan mengajak para pelaku usaha kopi dalam merumuskan master plan bersama. Sehingga nantinya dapat memunculkan ide dan gagasan baru dalam pengolahan kopi. Sehingga industri hilir yang dihasilkan tidak hanya berkutat pada produksi biji kopi menjadi kopi bubuk. Melainkan mampu mengolah kopi menjadi produk olahan lainnya yang mempunyai nilai jual yang lebih tinggi. Misalnya saja produk-produk makanan yang memiliki rasa kopi. Chandra Ekajaya berhasil melihat faktor yang menjadi kendala, yakni alat produksi. Jadi para pelaku usaha masih belum dapat mencukupi produksinya karena terkendala dengan faktor alat. Jika hal ini dipenuhi maka tidak mungkin para pengusaha tersebut dapat menguasai pasar Asia Tenggara.

Chandra Ekajaya Pengaruh Persaingan Global Terhadap Produk You and Me Fashion

Bisnis Fashion Chandra Ekajaya

Persaingan global bisa menjadi sebuah mata pisau yang bisa berbalik kepada para pengusaha untuk bisnis yang dijalankan. Dalam persaingan bisnis memang persaingan adalah hal yang wajar di dunia bisnis. Terkadang bahkan ada beberapa perusahaan dan produk fashion yang tidak bisa bersaing dengan perusahaan dalam negeri dan terpaksa gulung tikar ujar Chandra Ekajaya.

Mengatasi persaingan bisnis khususnya di bidang fashion, Chandra Ekajaya bersama You and Me Fashion mencoba berbagai cara untuk mampu bersaing dengan perusahaan asing dan domestik untuk mampu bersaing di pasar bebas. Menurut Chandra Ekajaya pasar global sebenarnya memberikan berbagai macam kemudahan dan peluang besar bagi para pengusaha yang mampu masuk kedalam pasar global, disana bisa dijamin jika bisa masuk pasti produk tersebut secara otomatis akan terangkat pamor produk tersebut.

Pengusaha Fashion Chandra Ekajaya

Berbagai cara yang dilakukan untuk bersaing mungkin harus dilakukan oleh Chandra Ekajaya, salah satu potensi yang coba di raih selain meingkatkan kualitas produk adalah dengan cara menjalin kerjasama dengan beberapa pihak asing yang sudah mampu memberikan dampak positif di tatanan pasar global. Di era ini mungkin salah satu yang bisa digunakan adalah menggunakan strategi marketplace dan digital marketing.

Dengan menggunakan keduanya ini, menurut Chandra Ekajaya teknologi adalah salah satu hal terbaik dalam mengembangkan produk dengan cepat, tak terbatas tempat dan pastinya lebih murah dan efisien. Pengaruhnya pun bisa dibilang sangat signifikan terhadap potensi penjualan produk baik di domestic maupun global secara keseluruhan. Namun ada beberapa kendala untuk memulai penggunaan marketplace dan digital marketing dalam proses bisnis. Hal yang paling mendasar adalah sistem nya, jangan sampai dengan menggunakan sistem marketplace bukan malahan membuat konsumen menjadi kesulitan dalam proses jual beli maupun proses melihat produk yang akan dibeli, semuanya harus sudah terkonsep dengan baik dan bertujuan untuk kemudahan konsumen.

Memang persaingan global sudah mulai dirasakan oleh sebagian besar pelaku bisnis bukan hanya Chandra Ekajaya saja. Banyak yang sudah merasakan dampaknya mulai dari dampak positif yang dirasakan sampai dampak negatif yang dirasakan pula.

Pengalaman Usaha Sablon Kaos

sablon kaos

Usaha sablon kaos merupakan sebuah usaha yang membutuhkan pengetahuan dan skill di bidang sablon. Bagi seorang pemula seperti Handoko warga Malang, jawa Timur ini mengatakan bahwa apapun usahanya asalkan bidang yang disukai dan didukung dengan semangat dan kerja keras Insya Allah akan baik hasilnya. Awalnya dulu Handoko membaca-baca seputar sablon baik dari buku, browsing di internet dan lain sebagainya. Setelah mendapat informasi dasar sablon ia mencoba sendiri, untuk membuat afdruk screen sablon.

Nah disitu ia merasa informasi dari membaca saja belumlah cukup, Handoko mencoba mencari info lain seperti dari video youtube untuk membuat afdruk screen. Handoko tidak putus asa dengan mencari informasi industri sablon di tempat ia tinggal yaitu Malang. Setelah mencari cari informasi akhirnya ia bertemu dengan seorang pegawai koperasi yang melayani dan membantu modal dan juga ilmu dalam bidang usaha di Malang.

Koperasi itu bernama Koperasi Chandra Jaya Bersinar Group. Koperasi ini didirikan oleh Chandra Ekajaya yang juga merupakan seorang pengusaha. Dari beberapa pelatihan yang diselenggarakan oleh koperasi ini akhirnya ia bisa menemukan sebuah trik dan cara khusus agar berhasil dalam membuat afdruk screen sablon.

sablon kaos

Sehari ia di workshop sablon yang diarahkan oleh koperasi milk Chandra Ekajaya ini dan memperhatikan cara melakukan aktifitas sablon sambil bertanya-tanya. Nah dari situ ia mendapatkan tips dan trik yang sangat bermanfaat. Apa yang disampaikan dapat ia tangkap dengan baik dikarenakan ia telah banyak membaca-baca di internet, secara teori handoko paham tapi secara paktek saat itu masih nol.

Sepulang dari workshop sablon yang disarankan oleh koperasi milik Chandra Ekajaya itu, ia langsung mencoba dan hasilnya luar biasa, ia dapat membuat afdruk screen dengan baik hasilnya, Handoko sangat senang sekali. Handoko terus mencoba dan belajar, semakin lama semakin paham karakter alat dan bahan sablon.

Alhamdulillah sekarang ia sudah mempunyai usaha sablon kaos yang saya beri nama M Kaos Malang. Banyak manfaat yang ia dapat setelah mengikuti pelatihan dari koperasi Chandra Jaya Bersinar Group milik Chandra Ekajaya ini. Selain pelatihan, bantuan alat dan juga pemasaran mulai dibantu oleh koperasi itu.

Laundry Yang Menjanjikan Keuntungan

laundry

Penghasilan yang besar tenyata bukanlah jaminan untuk menentramkan hati, kejenuhan pun juga menghampiri Mhafud. Ia mengaku capek juga bekerja tiap hari pulang malam. Bahkan hari sabtu dan minggu tetap berangkat, karena ia harus meng handle beberapa bagian sekaligus. Dalam suatu kesempatan, Mahfud pun mengikuti pelatihan Young Entrepreneurship yang diadakan oleh Chandra Ekajaya melalui koperasi yang ia dirikan yaitu koperasi Chandra Jaya Bersinar Group. Tentu saja disini ia dikompor-kompori untuk segera resign dari pekerjaan dan mendirikan usaha sendiri.

Namun, di kelas Young Entrepreneurship ini ia juga menjadi orang yang cukup di favoritkan oleh teman-temannya. Mengingat Mahfud adalah seorang pegawai perusahan besar. Waktu pun terus berjalan, hingga Mahfud menikah. Dalam suatu kesempatan, ia melihat di daerahnya ada peluang untuk membuat usaha Laudry. Waktu itu usaha Laundry masih belum ada didaerahnya. Namun melihat banyak teman-temannya yang sibuk dan sebagian besar adalah warga pendatang, ia pun melihat hal itu sebagai suatu prospek.

laundry

Walhasil, tak disangka-sangka di hari pertama ia buka ada sekitar 100Kg cucian dari teman sekantornya. Karena belum berpengalaman, ia pun bingung untuk memanage cucian sebanyak itu. Akhirnya terjadi kesalahan-kesalahan dan ia pun menerima beberapa komplain dari teman-temannya. Sejak saat itu Mahfud mulai melakukan perbaikan-perbaikan dengan belajar pada orang yang lebih ahli.

Melihat bisnis Laundry nya semakin berkembang, nafsu serakah pun mulai menghinggapi Mahfud. Akhirnya ia hutang berkali-kali ke bank untuk membuka cabang dimana-mana. Namun, yang terjadi selanjutnya adalah omsetnya tidak cukup untuk membayar cicilan hutangnya yang mencapai ratusan juta rupiah itu.

Akhirnya ia mendapat sebuah pencerahan untuk meminjam dana di koperasi tempat ia mengikuti pelatihan tersebut. Akhirnya ia meminjam dana di koperasi yang didirikan oleh Chandra Ekajaya itu. Disana ia banyak mendapat banyak keuntungan, karena dalam pengelolaan bisnisnya ini tak hanya dibantu dalam hal pendanaan saja.

Akan tetapi Mahfud juga dibantu oleh koperasi milik Chandra Ekajaya ini dalam bentuk penataan manajemen dan juga pengelolaan yang bagus. Alhasil hingga saat ini usaha laundry milik Mahfud sudah berkembang pesat dan juga mempunyai 10 cabang di daerahnya dengan tenaga orang-orang yang membutuhkan disekitarnya.

Pelaku Usaha Membangun Jaringan Ekspor

Pelaku Usaha Membangun Jaringan Ekspor 2

Banyak wirausahawan di dekade ini yang mempunyai pandangan atau visi yang jauh ke depan. Mereka membuat asosiasi atau perkumpulan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang bertujuan untuk memperluas pasar luar negeri. Jadi yang menjadi sasaran adalah pasar ekspor. Oleh karena itu masyarakat Indonesia, khususnya para wirausahawan dan pengusaha muda sering mengadakan pertemuan, baik seminar maupun coaching business. Menurut penuturan mereka, pertemuan-pertemuan tersebut diadakan untuk tindak lanjut dari program pemerintah dengan para pelaku usaha kecil dan menengah tentang mendorong para pelaku usaha daerah untuk menumbuh kembangkan akses serta meningkatkan produktivitas ke pasar tujuan ekspor. Pemerintah pun memberikan pembinaan serta pelatihan serta memberikan informasi utama dan pertama mengenai peraturan serta kebijakan ekspor. Pemerintah juga akan memberikan informasi mengenai peluang dan potensi ekspor maupun impor. Sosialisasi mengenai regulasi dan kebijakan serta informasi memang merupakan kebutuhan pokok para pelaku usaha. Sebab mereka memang kurang akses dan pengetahuan terhadap hal tersebut.

Pelaku Usaha Membangun Jaringan Ekspor

Masyarakat saat ini sudah semakin maju dan visioner. Bila dibandingkan para pelaku usaha di zaman dahulu, maka mereka lebih memahami konsep globalisasi. Pengusaha Chandra Ekajaya saat menjelaskan tentang kebijakan dan regulasi mengatakan bahwa pelaku usaha biasanya menganggap kegiatan ekspor dan impor sebagai hal yang sangat mewah dan mahal. Padahal jika mereka memahami tentang substansinya, maka kegiatan ekspor maupun impor itu merupakan hal yang tidak luar biasa. Sebab, semua jenis produk usaha mikro, kecil dan menengah bisa diekspor. Permasalahan utama para pelaku usaha adalah tidak mengerti dan memahami serta buta informasi terkait dengan perdagangan impor dan ekspor. Selain itu mereka juga tidak mempunyai jaringan tersebut. Sehingga tugas dan pemerintah di sini adalah memfasilitasi dan menghubungkan para pelaku usaha dengan pelaku usaha yang lain di negara tujuan ekspor. Melihat globalisasi yang semakin nyata, maka para pelaku usaha yang tergabung nantinya akan difasilitasi untuk menyelenggarakan pameran di negara-negara asing bekerja sama dengan negara tujuan supaya produk dan jasa usaha kecil dan menengah dikenal publik manca negara. Chandra Ekajaya berharap hal itu segera terealisasi.