Yohanes Chandra Ekajaya Menuai Sukses Lewat Warung Bakso

Yohanes Chandra Ekajaya Menuai Sukses Lewat Warung Bakso 2

Yohanes Chandra Ekajaya tak menyangka bahwa usaha makanan khas Indonesia yaitu bakso yang ia dirikan dari tahun 2000 berbuah manis. Maklum, warung bakso khas Malang yang diusung tersebut telah eksis dalam dunia kuliner khususnya bakso dan telah mendapatkan respon positif selama bertahun-tahun dari para konsumen. Memang kelezatan bakso miliknya mampu menyedot para pengunjung, dimana sajian menunya pun berbeda dari warung bakso kebanyakan. Yohanes Chandra Ekajaya mengaku bahwa inovasi dan ciri khas adalah kunci sukses. Kalimat tersebut memang telah dibuktikan oleh Yohanes Chandra Ekajaya khususnya dalam mebranding warung baksonya tersebut. Lelaki kelahiran Malang, Jawa Timur tersebut berhasil menyajikan bakmi, bakos, ceker, dan berbagai minuma seperti cendol dan es teller kepada para pelanggan. Dengan harga yang relatif murah yaitu antara Rp 8 ribu hingga Rp 15 ribu, Yohanes Chandra Ekajaya berhasil mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah untuk setiap bulannya.

Yohanes Chandra Ekajaya Menuai Sukses Lewat Warung Bakso 3

Tak puas hanya menydiakan menu bakso denga variannya, Yohanes Chandra Ekajaya pun kemudian mencoba jenis resto lain. Hal tersebut akhirnya dilakukan olehnya dengan membuat sebuah resto bernama Prime yang tentu saja memindahkan bakso menuju tampilan yang lebih modern dan berkelas. Tak sampai delapan tahun berjalan, restonya yang menawarkan cita rasa khas ini pun menuai sukses yang luar biasa. Pasalnya, hampir setiap bulan Yohanes Chandra Ekajaya mendapatkan omzet hingga ratusan juta rupiah untuk satu gerai di antara lima gerai yang ia miliki.

Yohanes Chandra Ekajaya Menuai Sukses Lewat Warung Bakso

Untuk meningkatkan indicator kesuksesannya, Yohanes Chandra Ekajaya pun membuat sebuah sistem aplikasi yang menawarkan menu-menunya dengan menjali mitra bisnis bersama gojek dan uber.

Yohanes Chandra Ekajaya Menuai Sukses Lewat Warung Bakso 2

Kini, Yohanes Chandra Ekajaya telah memiliki sekitar 100 cabang resto dengan berbagai jenis makanan yang tersebar di berbagai kota-kota besar dan daerah-deerah. Ia memang sengaja tidak membuka sistem waralaba karean ia khawatir produknya akan mengalami penurunan kualitas. Meski telah meraup sukses, Yohanes Chandra Ekajaya pun tak henti-hentinya berinovasi untuk mendapatkan segmen pasar yang terpecercaya dan mampu menjadi teman baik para pecinta kuliner, khususnya warung bakso.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *