Yohanes Chandra Ekajaya Pesona Ikan Discus

Berbeda dengan ikan arwana, ikan discus yang memiliki habitat asli di kawasan sungai Amazon, Amerika Serikat ]ini bentuknya lebih bulat dan warnanya lebih bervariasi. Saat ini discus banyak digemari oleh aquarist (sebutan pecinta ikan yang suka memelihara ikannya di aquarium). Sayangnya jenis ikan hias air tawar ini dirasa kurang cocok bagi pemula karena membutuhkan perawatan yang ekstra dan dana yang lebih besar dibandingkan dengan jenis ikan tawar lainnya. Yohanes Chandra Ekajaya seorang penggemar ikan hias air tawar ini merupakan salah satu pemain ikan discus pro yang ada di Indonesia mengatakan jumlah peminat ikan ini di pasar Indonesia mulai banyak karena pengaruh corak warna dan bentuknya yang unik.

Yohanes Chandra Ekajaya Pesona Ikan Discus 3

Discus masih termasuk dalam spesies tropis Cichlid. Spesies Cichlid biasanya tumbuh dengan baik di benua Afrika dan discus menjadi pengecualian karena mereka tinggal di Brasil, Peru, Venezuela, dan Columbia. Bisa dibilang ini keluar dari kebiasaan spesies Cichlid, namun itulah keanekaragaman. Ikan ini juga sangat menyukai habitat sungai yang alur airnya tenang dan tidak terlalu deras. Di sungai Amazon, mereka senang sekali berada diantara ranting-ranting untuk menghindari serangan ikan yang lebih besar.

 

Bila anda ingin memelihara discus sebagai ikan hias air tawar anda, kenali lebih dahulu ikan ini. “Mudah kok, ikan discus memiliki penampilan yang bisa dikenali kasat mata. Bentuk ikan ini pipih sesuai namanya disc-us, kemudian siripnya besar dan memanjang. Bagian mulut dan mata ikan ini kecil, warna matanya merah jadi penampilannya kelihatan sangar. Panjang ikan ini bisa menjapai 15 hingga 25 cm. Warna ikan bervariasi tergantung tipe ikan ini, ada yang hijau, merah maupun coklat. Ditubuhnya terdapat garis-garis vertikal yang biasa digunakan untuk mengelabuhi ikan lain”kata Yohanes Chandra Ekajaya.

Yohanes Chandra Ekajaya Pesona Ikan Discus 2

Jenis Ikan Discus

 

Ada yang menyebutkan kalau jenis ikan discus ini masih kontroversi. Kontroversi dalam hal ini berkaitan dengan adanya penemuan spesies baru yang membuat para ahli biologi untuk melakukan peninjauan ulang terhadap genus discus. Menurut Yohanes Chandra Ekajaya pada tahun 2007 menyatakan ada tiga spesies baru yang tersingkir atau belum divalidasi. Berikut jenis ikan discus yang sudah diklarifikasi Ikan-ikan tersebut adalah :

 

  1. Discus Hijau / Green Discus Symphysodon aequifasciatus

 

Disus hijau ditemukan oleh Pallegrin pada tahun 1904. Ikan ini memiliki habitat asli di wilayah Amazon tengah. Area tersebut meliputi sungai Putumayo (Peru Utara) dan diwilayah Santarem hingga danau Tefe (Brasil). Ada sebagian orang yang menyebut ikan ini dengan istilah tefe deiscus.

 

  1. Discus Biru / Blue Discus Symphysodon haraldi

 

Discus ini pertama kali ditemukan pada tahun 1960 oleh Schultz . Habitat asli ikan ini berada di bawah wilayah Amazon yang begitu besar. Orang sering menyebut ikan ini dengan Brown Discus karena kadang beberapa dari mereka memiliki warna lain yang menonjol.

 

  1. Heckel Discus Symphysodon discusYohanes Chandra Ekajaya Pesona Ikan Discus

 

Discus ini dinamai dengan nama penemunya yaitu Dr Johann Jacob Heckel. Ikan ini pertama kali ditemukan pada 1840. Bila anda pernah mendengar sebutan red discus, maka itu adalah sebutan lain dari Heckel Discus Symphysodon discus. Heckel discus memiliki habitas asli di wilayah Amerika Selatan, tepatnya di Negara Brasil, yaitu Rio Negro, Rio Trombetas, dan Riao Abacaxis.

Varietas ikan discus menjadi lebih banyak karena ada berbagai upaya peternak untuk melakukan mutasi genetika. Hasil tersebut membuat berbagai macam pola, bentuk dan warna tubuh. Para peternakpun berjasa membuat ikan ini lebih jinak dibandingkan versi liar di habitat aslinya seperti apa yang dilakukan oleh Yohanes Chandra Ekajaya sebagai pemain ikan hias tawar di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *