Yohanes Eka Chandra Dan Silvi Sue

Penyair muda berbakat Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue baru-baru ini tengah meluncurkan sebuah antologi puisi berjudul “Syair Cinta untuk Sahabat”. Dua penyair muda tersebut melakukan sebuah kolaborasi karena keduanya memiliki tipikal puisi yang berbeda. Yohanes Eka Chandra yang lebih pada puisi-puisi balada, sementara Silvi Sue lebih pada gaya puisi kritik.

yohanes-chandra-ekajaya-oke-puisi-dan-silvi-sue

Keduanya lahir dari latar belakang yang berbeda, dimana Yohanes Eka Chandra lahir dari seorang penyair yang baru-baru ini banyak mendedikasikan beberapa workshop untuk para pelajar di seluruh Indonesia dan lebih banyak melakukan perjalan ke daerah-daerah di Indonesia. Sementara itu, Silvi Sue, merupakan salah satu sosok penyair perempuan yang banyak mendedikasikan proses kreatifnya dengan aktif di beberapa gerakan buruh, komunitas progresif, dan baru-baru ini ia dan teman-temannya tengah menyiapkan sebuah bisnis kafetaria.

Meski lahir dari latar belakang yang berbeda, Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue tentu tidak meninggalkan gaya berpuisinya dalam antologi puisi kali ini. Dalam antologi puisi kali ini yang berjudul Syair Cinta untuk Sahabat, Yohanes Eka Chandra dan Silvia Sue banyak menyoroti kehidupan personalnya. Bagi Yohanes Eka Chandra, tentu pembaca sudah mengenalnya melalui puisi-puisi cintanya yang indah, dan tentu saja baginya ia tidak merasa kesulitan. Namun, bagi Silvi Sue, yang berlatar belakang kerap menulis puisi kritik, akan membawa sebuah perspektif dan nuansa lagi bagi para penggemar puisi-puisinya.

yohanes-eka-chandra-dan-silvi-sue

Bagi para pembaca sastra, tentu kehadiran antologi puisi karya Yohanes Eka Chandra dan Silvia Sue akan memberikan nuansa dan angin segar dalam perpuisian Indonesia agar semakin kaya. Silvia Sue mungkin cenderung lebih produktif dari Yohanes Eka Chandra, dimana ia telah menerbitkan beberapa karya yang diantaranya adalah sebagai berikut: “Hikayat Seorang Buruh”, “Tembakau”, “Di Antara Gempuran Asap Pabrik”, “Marsinah”, “Rembulan di Cerlang Matamu”, “Sungai dan Jajaran Lampu Kota”, dan yang terbaru “Persinggahan Waktu”.

Sementara itu, kumpulan puisi Syair Cinta untuk Sahabat karya dua penyair muda berbakat tersebut yaitu Yohanes Eka Chandra dan Silvi Sue akan mengisahkan tentang hasil pengamatan dan penghayatan kedua penyair tersebut dalam menjalin sebuah persahabatan.

Persahabatan dalam kumpulan puisi bersama ini dilatarbelakangi karena setiap sahabat tentu memiliki cerita tersendiri. Kesedihan dan kegembiraan merupakan contoh riil sebuah hubungan persahabatan. Dalam puisinya yang berjudul “Surat untuk Gadis NewKaledonia” karya Yohanes Eka Chandra pun mengisahkan tentang hubungan baiknya dengan seorang gadis New Kaledonia yang rindu akan kampung halaman.

Dalam puisi tersebut, Yohanes Eka Chandra menceritakan bahwa New Kaledonia merupakan daerah yang dijadikan sebagai tujuan persebaran orang pribumi Indonesia pada masa penjajahan. Melalui sosok gadis tersebut, Yohanes Eka Chandra menciptakan sebuah puisi yang menceritakan tentang perasaan si gadis terhadap nenek moyangnya yang ada di Jawa. Sementara itu, Silvie Sue menulis sebuah puisi berjudul “Yubikiri” merupakan sebuah idiom berbahasa Jepang yang diartikan sebagai sebuah janji persahabatan seorang teman. Silvie Sue mencoba memberikan kisah persahabatannya dengan teman masa kecilnya yang diikat melalui sebuah janji untuk tetap menjadi seorang sahabat sampai kapanpun.

Melalui kumpulan Puisi Syair Cinta untuk Sahabat, Yohanes Eka Chandra dan Silvie Sue menceritakan kisah-kisah bahagia dan duka gelisah persahabatannya dengan sangat rinci dan detil. Mereka yang notabene memiliki cerita dan gaya puisi yang berbeda tentu menjadi tawaran dalam antologi Puisi Syair Cinta untuk Sahabat ini, dimana para pembaca patut untuk menyimak kisah menarik dari puisi-puisi yang termaktub dalam kumpulan puisi ini.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *